Kampiunnews | Atambua – Bintang Timur Atambua (BeTA) adalah klub sepak bola yang bermarkas di Desa Labuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, NTT. Klub ini dikenal memiliki program pembinaan yang komprehensif untuk kelompok umur mulai dari U-10 hingga U-19, serta tim akademi dan senior. Dengan dukungan kepemilikan dan manajemen yang solid dari keluaraga Fary Francis, BeTA telah meraih kesuksesan, termasuk menjuarai kompetisi Suratin U-17 NTT dan Liga 4 NTT pada tahun 2024/2025.
Pada putaran nasional Suratin U-17 tahun 2024, BeTA berhasil mengukir sejarah sebagai tim pertama NTT yang mampu menembus 8 besar di Solo, Jawa Tengah.
Lantas, siapa sosok yang berhasil membawa mereka menjadi yang terbaik di NTT? Orang mengenal sosok pelatih Ovik Mau, dua kali membawa BeTA ke final ETMC. Namun dibalk itu ada sosok dibalik layar, Berth Pentury, pria berdarah Ambon berpaspor Belanda. Lelaki paruh baya ini telah mengabdikan diri selama sepuluh tahun disana. Dengan pengalaman dan dedikasinya, Opa Berth telah menjadi panutan bagi para pelatih, membimbing mereka tidak hanya dalam teknik sepak bola, tetapi juga dalam membangun karakter dan semangat juang. Kehadirannya di klub telah memberikan warna tersendiri dan menjadi salah satu kunci keberhasilan BeTA dalam meraih prestasi.
“Dua hingga tiga jam terlalu sedikit untuk bermain sepak bola. Pemain harus memiliki waktu untuk berlatih di rumah dan di mana saja. Dengan latihan yang konsisten dan tak kenal henti, saya yakin kita akan melahirkan pemain sepak bola yang bersinar,” tutur Berth dengan aksen Belanda yang kental.
Pelatih berlisensi UEFA Pro, dikenal sangat disiplin dalam melatih. “Kalau soal disiplin, kita semua salut dengan Coach Berth. Satu jam sebelum latihan, Opa sudah ada di lapangan, mempersiapkan perlengkapan untuk berlatih. Terlambat satu menit saja jangan harap bisa ikut latihan,” ujar Coach Danu, pelatih SSB U-15.
Kedisiplinan Opa bukan hanya menginspirasi para pemain, tetapi juga menjadi contoh bagi seluruh tim pelatih. Dengan semangat dan dedikasinya, Opa Berth menciptakan suasana latihan yang penuh energi dan motivasi, sehingga setiap sesi latihan menjadi momen berharga bagi para pemain untuk berkembang dan belajar. Siapa pun yang melihatnya di lapangan pasti bisa merasakan betapa seriusnya dia dalam membentuk talenta muda yang tidak hanya handal di lapangan, tetapi juga disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Saat pandemic covid menimpa Indonesia, Berth Pentury sempat balik ke Belanda. Tahun 2022 manejemen memanggil kembali bergabung BeTA.
“Terima kasih kepada Pak Fary sebagai owner yang kembali memanggil saya untuk melatih di Bintang Timur Atambua. Saya akan memulai fokus di usia dini. Saya lihat teknik dasar pemain kita tidak ada. Pemain harus punya dasar yang bagus baru bisa kita kembangkan. Manusia itu, saat usia 12 tahun, otaknya masih kosong. Kita isi otak yang kosong itu dengan ilmu yang benar. Karena kalau salah, selanjutnya akan salah terus,” lanjut Berth Pentury.
Berth berharap mendapatkan dukungan dari manajemen BeTA untuk membina para pemain muda ini. Ia menekankan bahwa seorang pemain harus memiliki teknik, wawasan, dan kemampuan komunikasi yang baik. “Jika dasar-dasar seperti dribbling, passing, dan kontrol bola sudah diterapkan dengan benar, prestasi pasti bisa diraih,” ujarnya.
Crespo Hale dan kawan-kawan adalah hasil binaan Berth Pentury. Beberapa dari generasi pertama SSB BeTA bahkan sudah beredar di Liga 1 dan 2.
Berkat koneksi luas yang dimiliki Berth Pentury, BeTA menjalin kerjasama dengan Simon Tahamata, legenda timnas Belanda yang juga pelatih Academy Ajax sebuah klub yang pernah melahirkan legenda timnas Belanda seperti Johan Cruyff hingga Patrick Kluivert.
Pada tahun 2019, Crespo Hale, Erick Kaba, dan Martin Yetimau dibawa Berth untuk berlatih di Simon Tahamata Soccer Academy di Amsterdam. Pengalaman ini bukan hanya memberikan mereka pelatihan berkualitas tinggi, tetapi juga membuka wawasan baru tentang sepak bola di level internasional. Siapa sangka, dari sebuah klub kecil di NTT, mereka bisa menjelajahi dunia sepak bola yang lebih luas!
“Opa Bert sangat berjasa bagi kami. Dia datang untuk membenahi teknik dasar dan wawasan bermain sepak bola yang benar. Yang paling kami rasakan adalah disiplin dan karakter bermain,” timpal Crespo pemain terbaik Liga 4 NTT.
Saat ini, BeTA memiliki tiga cabang Sekolah Sepak Bola (SSB), yaitu BeTA Nekamese Kupang, BeTA Soe Generation, dan BeTA Bajawa. Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Coach Berth harus membagi waktu dan energinya untuk mengunjungi ketiga SSB tersebut, memastikan bahwa setiap cabang mendapatkan perhatian dan bimbingan yang sama. Saat ini, Opa Berth berada di Bajawa, di mana ia fokus untuk mengembangkan potensi para pemain muda di sana. Kehadirannya di Bajawa tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan para pemain dan pelatih setempat.
Dengan pendekatan disiplin, Berth Pentury berusaha untuk menanamkan nilai-nilai sepak bola yang baik, serta membagikan pengetahuan yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun kepada yuniornya di BeTA, couch Ovik Mau, Janurio Klau, Gregorius Mau, Heribertus, Aldo Leki. Para pemain di Bajawa pun merasa beruntung bisa belajar langsung dari sosok yang telah berkontribusi besar dalam perkembangan sepak bola di NTT.






