Kampiunnews|Surabaya – Laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir imbang 0-0. Meski mendominasi sepanjang pertandingan, anak asuh Patrick Kluivert gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol.
Timnas Indonesia tampil agresif dengan penguasaan bola mencapai 81 persen. Namun, rapatnya pertahanan Lebanon membuat skuad Garuda kesulitan menembus lini belakang lawan. Sebaliknya, Lebanon hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang laga dan nyaris tak mengancam gawang Indonesia.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan dimulai Oktober mendatang.
Eksperimen Posisi dan Strategi Baru
Pelatih Patrick Kluivert memanfaatkan laga ini untuk melakukan eksperimen taktik. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penempatan Calvin Verdonk sebagai gelandang bertahan, posisi yang jarang ia mainkan.
Verdonk, yang dikenal fleksibel sebagai bek kiri maupun bek tengah, tampil solid di peran barunya. Meski visi umpan belum setajam Thom Haye, kekuatan bertahan Verdonk membuat lini tengah Indonesia lebih seimbang.
Kluivert juga kembali menegaskan pilihannya terhadap formasi 4-2-3-1. Formasi ini sebelumnya sukses membawa kemenangan melawan Chinese Taipei dan kini tampaknya menjadi formasi utama Timnas Indonesia.
Di lini serang, Mauro Zijlstra menjadi pilihan utama Kluivert. Namun, meski diberi banyak menit bermain, Zijlstra belum mampu mencetak gol. Adrian Wibowo dan Ramadhan Sananta yang juga mendapat kesempatan serupa belum bisa memecah kebuntuan.
Skuad Garuda masih merindukan kehadiran Ole Romeny, penyerang yang selama ini menjadi tumpuan produktivitas gol Timnas Indonesia.
Seperti tim Asia Barat pada umumnya, Lebanon bermain dengan gaya provokatif. Beberapa tekel keras sempat memancing emosi pemain Indonesia, di antaranya pada Ricky Kambuaya dan Miliano Jonathans di babak pertama.
Pada babak kedua, sempat terjadi aksi saling dorong antara Kevin Diks dan Jay Idzes, namun pertandingan tetap berlangsung tanpa insiden serius.
Meski dominan, Timnas Indonesia dinilai masih minim variasi serangan. Sebagian besar serangan hanya mengandalkan umpan silang dan aksi individu pemain sayap.
Marselino Ferdinan yang jarang bermain penuh serta Ricky Kambuaya yang lebih cocok sebagai gelandang nomor 8 dinilai menjadi faktor kurang maksimalnya kreativitas di lini tengah.
Patrick Kluivert diharapkan dapat menemukan solusi sebelum Timnas Indonesia menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026 nanti.






