Kampiunnews|Kupang – Pemerintah Kota Kupang resmi meluncurkan program Car Free Night (CFN) yang ditandai dengan pelaksanaan Independence Night Run bertema “Run The Night, Free The Spirit” di ruas Jalan Frans Seda, depan Taman Nostalgia, Sabtu (13/12) malam. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan ruang publik malam hari yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara langsung membuka kegiatan tersebut sekaligus melepas ratusan peserta lari malam 5K yang berasal dari berbagai komunitas. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Car Free Night bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata transformasi wajah Kota Kupang yang terus bergerak, hidup, dan bertumbuh bersama warganya.
“Mulai malam ini dan seterusnya, setiap hari Sabtu, ruas jalan ini kita tutup untuk kendaraan. Anak-anak bisa bermain sepatu roda, orang tua bisa berolahraga, masyarakat bisa jalan sehat, dan berbelanja di UMKM Saboak. Inilah kota yang ingin kita bangun,” tegas Wali Kota.
Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari gedung tinggi dan jalan megah, tetapi juga dari kehadiran ruang publik yang inklusif memberi ruang bagi anak muda untuk berkreasi, masyarakat untuk berolahraga, serta UMKM untuk bertumbuh.
Pelaksanaan Car Free Night melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Satpol PP, DPMPTSP, DLHK, BISUK, serta dukungan pengamanan dari Polresta Kupang Kota. Wali Kota juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Komunitas Kupang Runner yang dipercaya sebagai panitia inti pelaksana kegiatan.
“Di era kepemimpinan saya dan Ibu Wakil, setiap event olahraga harus melibatkan komunitas. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Komunitas bukan hanya peserta, tetapi menjadi panitia utama,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota turut mengapresiasi dukungan para sponsor, di antaranya Biznet, PLN, Bank NTT, Bank BNI, Wings Food, Kalbe melalui produk Hidrokoko dan Fitbar, serta dukungan para camat dan lurah.
Ia juga menyinggung keberhasilan penataan kawasan Saboak yang sebelumnya sempat diragukan, namun kini berkembang pesat dan menjadi penggerak ekonomi UMKM. Menurutnya, keberadaan Car Free Night akan semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
“Banyak hal yang awalnya dianggap tidak mungkin. Namun jika dikerjakan dengan ikhlas dan gotong royong, pasti menjadi mungkin. It always seems impossible until it is done,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, SE., MAP, dalam laporannya menyampaikan bahwa Car Free Night merupakan upaya strategis Pemkot Kupang dalam menghadirkan ruang kota bebas kendaraan bermotor pada malam hari, guna meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta interaksi sosial.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap dapat mendorong aktivitas positif seperti olahraga, seni budaya, dan UMKM, sekaligus menghidupkan ekonomi kreatif lokal.
Launching Car Free Night yang dirangkaikan dengan Independence Night Run tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Wali Kota Kupang bersama Sekretaris Daerah dan para kepala perangkat daerah turut ambil bagian dalam lari malam hingga garis finis.






