Kampiunnews|London – Chelsea FC secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026) malam WIB. Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat Maresca baru saja mengantar The Blues menorehkan pencapaian bersejarah di level internasional.
Meski berhasil mempersembahkan dua gelar bergengsi, manajemen Chelsea memilih mengambil langkah tegas sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, khususnya di tengah persaingan Liga Inggris yang semakin ketat dan tuntutan untuk kembali mengamankan tiket Liga Champions.
Selama berada di bawah kepemimpinan Maresca, Chelsea sukses menjuarai UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup. Dua trofi tersebut menjadi bukti nyata bahwa proyek yang dirancang pelatih asal Italia itu sempat menunjukkan progres positif, sekaligus menambah catatan prestasi klub asal London Barat.
Melalui pernyataan resmi di situs klub, Chelsea menyampaikan apresiasi atas kontribusi Maresca selama menukangi tim utama.
“Selama memimpin Chelsea, Enzo Maresca berhasil mempersembahkan gelar UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah klub. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan jasanya,” demikian pernyataan resmi Chelsea.
Meski demikian, manajemen menilai performa tim dalam beberapa periode terakhir masih belum sepenuhnya stabil. Inkonsistensi hasil di Liga Primer Inggris menjadi perhatian utama, terutama mengingat persaingan papan atas yang melibatkan klub-klub mapan seperti Manchester City, Arsenal, Liverpool, dan Tottenham yang terus menunjukkan konsistensi.
Dalam situasi tersebut, Chelsea dituntut meraih hasil maksimal secara berkelanjutan. Posisi di zona Liga Champions dipandang sebagai target mutlak, seiring ambisi klub untuk kembali bersaing di level elite Eropa.
Perpisahan antara Chelsea dan Maresca disebut terjadi melalui kesepakatan bersama. Kedua belah pihak menilai pergantian pelatih merupakan langkah terbaik untuk membuka lembaran baru dan membawa tim keluar dari tekanan kompetisi domestik yang semakin intens.
Usai kepergian Maresca, perhatian publik tertuju pada sosok pengganti. Nama Liam Rosenior mencuat sebagai kandidat terkuat. Saat ini Rosenior menukangi Strasbourg di Prancis, klub yang juga berada di bawah naungan BlueCo, konsorsium pemilik Chelsea.
Manajemen dikabarkan terkesan dengan perkembangan Strasbourg di bawah Rosenior dan melihat potensi jangka panjang dari pelatih muda tersebut. Namun demikian, minimnya pengalaman Rosenior di level elite Liga Inggris menjadi catatan tersendiri, mengingat tekanan dan ekspektasi tinggi yang selalu menyertai jabatan pelatih Chelsea.
Kini, keputusan strategis berada di tangan manajemen The Blues: melanjutkan proyek jangka panjang bersama pelatih muda, atau menunjuk figur berpengalaman demi hasil instan dan memastikan kembalinya Chelsea ke Liga Champions.
Yang pasti, kiprah Enzo Maresca bersama Chelsea telah berakhir. Namun, dua trofi yang ia persembahkan akan tetap tercatat sebagai bagian penting dari sejarah klub London Barat tersebut.






