Kampiunnews|Yogyakarta – BRI Super League pekan ke-22 menyajikan laga dramatis saat PSIM Yogyakarta menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung, Yogyakarta, Senin (23/2).
Sempat tertinggal tiga gol, Laskar Mataram menunjukkan mental baja dengan bangkit dan memaksakan hasil imbang 3-3, sekaligus menggagalkan Bali United membawa pulang poin penuh.
Babak pertama berlangsung terbuka. PSIM lebih dulu mengancam lewat Fahreza Sudin pada menit ke-10, namun sepakannya masih membentur tiang. Bali United merespons empat menit berselang melalui Boris Kopitovic.
Kebuntuan pecah pada menit ke-34 saat Thijmen Goppel menuntaskan umpan Irfan Jaya dengan aksi individu yang berujung gol. Menjelang turun minum, Bali United kembali menambah keunggulan lewat Tim Receveur pada menit 45+3. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Situasi kian sulit bagi PSIM setelah Irfan Jaya mencetak gol ketiga Bali United pada menit ke-55. Namun, gol tersebut justru menjadi titik balik. PSIM mulai meningkatkan intensitas serangan dan memperkecil ketertinggalan melalui Savio Sheva pada menit ke-65.
Momentum sepenuhnya beralih ke tuan rumah setelah Bali United harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Joao Ferrari. PSIM memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan dominasi penguasaan bola dan tekanan beruntun.
Hasilnya, gol bunuh diri Ricky Fajrin pada menit ke-88 membuka asa, sebelum Ramos Minggo menyamakan kedudukan dua menit berselang. Skor 3-3 bertahan hingga laga usai.
Hasil imbang ini membuat PSIM berada di peringkat ke-7 klasemen sementara dengan 33 poin, meski belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir. Bali United menempati posisi ke-11 dengan koleksi 29 poin.
Shayne Pattynama Antusias Jalani Laga Tandang Spesial Bersama Persija
Shayne Pattynama menyambut antusias laga tandang Persija Jakarta melawan Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/2026), dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.

Pertandingan ini memiliki makna khusus bagi Pattynama karena menjadi kunjungan pertamanya ke Maluku, tanah leluhur dari garis keturunan sang ayah. Meski demikian, bek kiri berusia 27 tahun itu menegaskan fokus utamanya tetap membawa Persija meraih kemenangan.
“Yang terpenting adalah bermain dan menang. Tapi tentu menyenangkan bisa datang ke Maluku dan melihat langsung tempat di sana,” ujarnya.
Sejak bergabung dengan Persija pada Januari 2026, Pattynama menunjukkan komitmen tinggi meski harus bersaing ketat di sektor bek kiri. Pengalaman bermain di Eropa dan Thailand diharapkan memperkuat lini belakang Macan Kemayoran.
Persija berharap kehadiran Pattynama mampu menambah soliditas tim dalam upaya menjaga tren positif di kompetisi, sekaligus meraih poin maksimal pada laga tandang penuh makna tersebut.






