Kampiunnews|Jakarta – Era baru Timnas Indonesia bersama pelatih anyar John Herdman akan dimulai pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 30 Maret 2026. Turnamen ini menjadi panggung awal Herdman untuk memperkenalkan gaya bermain dan komposisi tim pilihannya.
Dari daftar pemain yang dipanggil, terlihat Herdman mulai membangun Timnas Indonesia dengan pendekatan yang lebih menekankan kekuatan fisik, daya tahan, dan kerja kolektif, dibandingkan kemampuan individu dalam menggiring bola.
Dari 20 pemain non-kiper yang dipanggil, hanya sedikit yang memiliki karakter kuat dalam dribel. Nama seperti Yakob Sayuri dan Beckham Putra menjadi pengecualian. Sementara sejumlah pemain yang dikenal piawai mengolah bola seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, hingga Ezra Walian tidak masuk dalam daftar skuad.
Mantan pemain Galatama Pelita Jaya, Alexander Sununu, menilai pilihan pemain Herdman menunjukkan kecenderungan membangun tim dengan basis fisik yang kuat dan permainan berintensitas tinggi.
“Kalau saya amati, John Herdman kurang cocok dengan pemain yang terlalu sering menggiring bola. Dia tampaknya lebih memilih pemain yang efektif dan kuat secara fisik,” ujar Alexander Sununu.
Menurutnya, Herdman ingin Timnas Indonesia bermain cepat, agresif, dan spartan sepanjang laga.
“Pemain yang dipanggil punya endurance dan fisik kuat. Karena dia ingin Timnas Indonesia bermain dengan intensitas tinggi,” lanjutnya.
Sununu juga menilai Herdman kemungkinan akan menerapkan gaya bermain direct, dengan aliran bola yang lebih cepat ke depan dan tidak terlalu lama berputar di lini tengah.
“Saya kira John Herdman ingin Timnas Indonesia bermain cepat dan mengurangi permainan yang terlalu lama di tengah. Sebagai pelatih baru, dia tentu harus berani bereksperimen di laga debutnya,” tuturnya.
Ajang FIFA Series 2026 pun akan menjadi ujian awal bagi Herdman untuk menunjukkan arah baru Timnas Indonesia, baik dari segi karakter permainan maupun identitas tim yang ingin dibangun.
Skema 3-4-2-1 Jadi Fondasi Awal John Herdman
Era baru Timnas Indonesia bersama John Herdman diperkirakan akan langsung terlihat di ajang FIFA Series 2026, terutama dari sisi skema permainan. Pelatih asal Inggris itu disebut akan menjadikan formasi 3-4-2-1 sebagai fondasi awal tim.
Skema ini dinilai paling realistis karena memberi keseimbangan antara pertahanan dan transisi menyerang. Selain itu, sistem tiga bek juga bukan hal baru bagi Timnas Indonesia setelah sempat menjadi ciri permainan di era Shin Tae-yong.
Bedanya, jika sebelumnya permainan Timnas lebih menonjolkan mobilitas dan penguasaan bola, Herdman diperkirakan akan membawa pendekatan yang lebih direct, fisikal, dan cepat dalam transisi.
Dalam skema ini, Timnas Indonesia kemungkinan akan mengandalkan blok pertahanan rapat, lalu menyerang lewat pergerakan tanpa bola, kecepatan sayap, dan aliran bola cepat ke depan.
Di posisi kiper, Emil Audero berpeluang menjadi starter. Sementara di lini belakang, trio Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner dinilai menjadi kombinasi paling ideal.
Untuk posisi wing-back, Kevin Diks dan Eliano Reijnders diprediksi mengisi sisi lapangan karena dinilai seimbang dalam bertahan dan menyerang.
Di lini tengah, Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk berpotensi menjadi poros utama sebagai double pivot. Sementara Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On bisa menjadi opsi tambahan.
Di lini depan, Ole Romeny hampir pasti menjadi ujung tombak. Ia kemungkinan akan didukung Ragnar Oratmangoen dan Yakob Sayuri yang punya kecepatan dan agresivitas untuk menyerang ruang.
Dengan skema 3-4-2-1, Herdman tampaknya ingin membangun Timnas Indonesia yang bermain lebih cepat, efisien, dan agresif dalam transisi.
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia (3-4-2-1):
Emil Audero; Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner; Kevin Diks, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Eliano Reijnders; Yakob Sayuri, Ragnar Oratmangoen; Ole Romeny.






