Kampiunnews|Jakarta – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta, Sabtu (18/4) malam, dalam gelaran Malam Renungan Suci yang membawa pesan kuat tentang perdamaian dunia di tengah situasi global yang kian tidak menentu.
Kegiatan yang diinisiasi Gema Sadhana bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini mengusung tema “A Sacred Night for World Peace and Global Harmony”. Doa lintas iman tersebut menjadi simbol persatuan sekaligus seruan moral bagi dunia yang tengah dilanda konflik geopolitik, krisis ekonomi, dan ketegangan antarnegara.
Acara berlangsung khidmat dengan melibatkan tokoh agama, masyarakat lintas latar belakang, serta perwakilan diplomatik dari India dan Srilangka. Momentum ini dinilai sebagai wujud nyata kontribusi Indonesia dalam mendorong stabilitas dan harmoni global.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jakarta sebagai ibu kota memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan perdamaian dunia.
“Indonesia adalah rumah bagi toleransi, kebersamaan, dan perdamaian. Dari Jakarta, kita kirimkan pesan bahwa kedamaian adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa, serta memastikan ruang yang setara bagi seluruh umat beragama di Jakarta sebagai kota global.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Nikson Silalahi, turut hadir bersama jajaran pengurus dan anggota. Ia menegaskan bahwa kehadiran GEKIRA menjadi bagian dari komitmen kebangsaan dalam menyuarakan perdamaian.
Menurut Nikson, pesan damai dari Monas mencerminkan suara kolektif bangsa Indonesia yang lahir dari keberagaman dan hidup dalam semangat persatuan.
“Di tengah konflik global, ketidakpastian ekonomi, dan eskalasi politik, Indonesia harus tampil sebagai pelopor perdamaian. Dari Monas, kita kirimkan harapan untuk dunia yang lebih harmonis,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa semangat ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang dan penjaga stabilitas global.
Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan internasional, memperkuat makna bahwa pesan damai dari Jakarta tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi inspirasi yang dapat dibawa ke berbagai belahan dunia.
Melalui Malam Renungan Suci ini, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan aktif menyerukan perdamaian, di saat dunia justru tengah menghadapi ketidakpastian yang semakin kompleks.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan diplomatik, di antaranya Sandeep Chakravorty Duta besar India dan Sashikala Premawardhane duta besar Srilanka. Kehadiran para perwakilan negara sahabat tersebut mempertegas dukungan internasional terhadap pesan perdamaian yang disuarakan dari Jakarta.






