Kampiunnews|Jayapura – Pertarungan sengit memperebutkan tiket tersisa menuju BRI Super League musim 2026/2027 berlangsung panas di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5) petang waktu setempat. Dalam duel hidup-mati play off Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026, Adhyaksa FC sukses mencuri kemenangan tipis 1-0 atas Persipura Jayapura sekaligus memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sementara itu, Persipura Jayapura harus kembali menunda impian untuk kembali berlaga di level tertinggi sepak bola nasional setelah gagal memanfaatkan dominasi permainan sepanjang laga.
Sejak menit awal, Persipura tampil agresif di hadapan pendukung sendiri. Tim berjuluk Mutiara Hitam mendominasi penguasaan bola dan terus menekan lini pertahanan Adhyaksa FC. Peluang pertama hadir lewat sepakan Jeam Kelly Sroyer pada menit ke-23, namun masih mampu ditepis kiper Jefri Wibowo.
Tekanan Persipura terus berlanjut. Gunansar Mandowen sempat menerobos kotak penalti dan mengirim umpan matang kepada Reno Salampessy. Sayangnya, peluang emas tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Meski terus ditekan, Adhyaksa FC justru mampu memanfaatkan celah lewat serangan balik cepat. Pada menit 45+1, Hasyim Kipuw membangun serangan dari lini tengah sebelum mengirim bola kepada Adilson Silva. Eks pemain PSM Makassar itu sukses memenangkan duel melawan Tinus Pae dan menuntaskan peluang menjadi gol. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Adhyaksa FC tampil disiplin dalam bertahan. Mereka memaksa Persipura lebih banyak mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh. Namun, usaha Bima Ragil dan Williams Lugo belum mampu mengubah keadaan.
Adhyaksa hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-72 melalui serangan balik cepat. Adilson Silva kembali mendapat ruang tembak di dalam kotak penalti, tetapi sepakannya masih melebar di sisi gawang.
Persipura memperoleh peluang terbaik pada menit ke-79. Berawal dari kemelut di depan gawang, Ramai Rumakiek melepaskan tendangan akrobatik yang nyaris berbuah gol. Namun, Jefri Wibowo tampil gemilang dengan meninju bola keluar dari area berbahaya.
Hingga delapan menit tambahan waktu berakhir, Persipura gagal membobol pertahanan kokoh Adhyaksa FC. Peluit panjang memastikan kemenangan 1-0 bagi Adhyaksa FC dan mengantar mereka meraih tiket promosi terakhir menuju BRI Super League musim depan.
Kemenangan ini menjadi sejarah penting bagi Adhyaksa FC, sementara Persipura Jayapura harus kembali berjuang untuk mengembalikan kejayaan mereka di sepak bola Indonesia.
Kericuhan Pecah Usai Laga
Suasana panas menyelimuti Stadion Lukas Enembe usai laga play off Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC yang membuat Persipura gagal meraih tiket promosi ke BRI Super League memicu amarah sejumlah supporter tuan rumah.
Kekecewaan mendalam pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah supporter Persipura yang tidak menerima hasil pertandingan dilaporkan terlibat kericuhan di area luar stadion. Massa mulai memadati akses keluar stadion hingga situasi berubah ricuh.
Menurut keterangan saksi mata, aksi lempar batu dan perusakan fasilitas terjadi di beberapa titik sekitar Stadion Lukas Enembe. Kericuhan semakin memanas ketika sejumlah kendaraan milik penonton yang terparkir di depan stadion dilaporkan dibakar massa.
Asap hitam terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian, sementara aparat keamanan berusaha mengendalikan situasi dan membubarkan kerumunan supporter yang terus bertambah. Petugas kepolisian bersama aparat gabungan bergerak cepat melakukan pengamanan untuk mencegah kerusuhan meluas.
“Kami kecewa berat. Persipura adalah kebanggaan Papua, tapi hasil ini sangat menyakitkan,” ujar salah satu supporter yang berada di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi pembakaran dan bentrokan massa.
Pihak keamanan mengimbau seluruh supporter untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan banyak pihak. Evaluasi pengamanan pertandingan juga disebut akan dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa pada laga berikutnya.
Kegagalan Persipura promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi pukulan berat bagi publik sepak bola Papua yang sejak awal berharap Mutiara Hitam kembali tampil di level elite nasional.






