Kampiunnews|Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menerima kunjungan kerja dari Komisi IX DPR RI yang hadir bersama perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan di Ruang Rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (21/5/2026). Kunjungan ini berfokus pada evaluasi program kesehatan nasional, khususnya akselerasi penanganan kasus Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, serta peninjauan inovasi perlindungan sosial di daerah.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari. Menurut Serena, agenda ini menjadi wadah krusial bagi daerah untuk menyampaikan tantangan riil pelayanan kesehatan langsung kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, kami menyampaikan selamat datang. Kehadiran Bapak-Ibu sekalian memiliki makna yang sangat penting bagi kami sebagai wujud nyata kepedulian negara terhadap persoalan kesehatan masyarakat di daerah,” ujar Serena dalam sambutannya.
Pendekatan Kemanusiaan dan Pengenalan Program “Ina Kasih”
Dalam pemaparannya, Serena menekankan bahwa penanganan penyakit menular seperti TB dan HIV tidak boleh hanya dipandang dari sudut medis atau sekadar angka statistik semata. Ada beban sosial, ekonomi, serta stigma mendalam yang dirasakan oleh para penderita beserta keluarganya.
Selain penanganan TB dan HIV, Pemkot Kupang juga memaparkan program inovasi daerah bernama Program Ina Kasih. Program ini merupakan kebijakan intervensi kesehatan reproduksi berbasis perlindungan sosial yang digagas Pemkot Kupang untuk memberikan bantuan pembalut gratis, edukasi kesehatan reproduksi, serta upaya menghapus stigma menstruasi bagi ribuan perempuan prasejahtera dan remaja putri di Kota Kupang.
“Melalui integrasi program seperti Ina Kasih dan optimalisasi puskesmas, kami ingin memastikan pendekatan kesehatan di Kupang menyentuh sisi kemanusiaan dan keadilan bagi kelompok rentan,” jelas Serena.
Merespons pemaparan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, khususnya terkait Program Ina Kasih. Komisi IX menilai program ini sebagai langkah maju yang out-of-the-box dalam menjamin hak kesehatan perempuan kelompok rentan.
“Kami sangat mengapresiasi Program Ina Kasih yang diinisiasi Pemkot Kupang. Ini adalah inovasi luar biasa yang tidak hanya berbicara soal bantuan fisik, tetapi menyentuh aspek martabat perempuan, kesehatan reproduksi, dan keberpihakan nyata kepada kelompok rentan. Program seperti ini layak menjadi contoh perlindungan sosial berbasis kesehatan,” ujar Putih Sari.
Putih Sari menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI berkomitmen penuh untuk membawa seluruh aspirasi dan data lapangan dari Kota Kupang ke tingkat pusat. “Kami akan membawa hasil diskusi hari ini untuk dibahas bersama Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan mitra terkait guna memperkuat kebijakan penanganan kesehatan yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Tantangan Lapangan dan Usulan Fasilitas Strategis
Meski menuai pujian atas berbagai inovasi programnya, Serena Francis tidak menampik bahwa Kota Kupang masih menghadapi kendala operasional yang cukup berat di lapangan. Isu krusial yang dilaporkan meliputi keterbatasan ketersediaan obat HIV, belum meratanya layanan penanganan TB, hingga kuatnya stigma penderita di kalangan generasi muda.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Pemkot Kupang mengajukan dua usulan kebutuhan fasilitas strategis kepada Komisi IX DPR RI dan Kementerian Kesehatan, yaitu:
- Pembangunan Puskesmas Baru di wilayah Kecamatan Kelapa Lima untuk mengurai kepadatan pasien dan mendekatkan akses layanan masyarakat.
- Penguatan Layanan ICCU (Intensive Cardiothoracic Care Unit) di fasilitas kesehatan daerah demi meningkatkan kualitas penanganan pasien dengan kondisi kritis.
Melalui sinergi dan komitmen dukungan yang dinyatakan oleh Komisi IX DPR RI, Pemkot Kupang berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan intervensi kebijakan serta alokasi anggaran guna merealisasikan fasilitas pendukung tersebut demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kupang. (red_tono)






