Kampiunnews|Jakarta – Skuad Garuda sukses menghibur ribuan suporter di Stadion Gelora Bung Karno dengan kemenangan telak 3-0 atas Timnas Oman dalam laga FIFA Matchday, Jumat (5/6) malam WIB. Namun, di balik pesta gol tersebut, ada momen bersejarah yang mencuri perhatian publik sepak bola tanah air. Pelatih John Herdman secara berani mengukir sejarah baru dengan mendebutkan talenta muda berbakat, Mathew Baker.
Mengambil risiko di tengah laga yang berjalan kompetitif, Herdman memberikan ruang berharga bagi pemain milik Melbourne City tersebut. Keputusan ini tidak hanya memberikan pengalaman perdana Baker bersama tim senior, tetapi juga langsung mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Indonesia.
Dengan usia 17 tahun dan 21 hari, Mathew Baker resmi menyandang gelar sebagai pemain termuda yang pernah membela Timnas Indonesia. Ia sukses mematahkan rekor milik Arkhan Kaka yang sebelumnya tercatat sejak Desember 2024 silam.
Baker ditarik masuk pada menit ke-80, menjadi bagian dari keputusan taktis Herdman saat Indonesia sudah unggul nyaman. Di atas lapangan, ia bermain bersamaan dengan Saddil Ramdani dan Mauro Zijlstra, memberikan warna baru dalam serangan Garuda.
Usut punya usut, keputusan Herdman bukan tanpa alasan. Pelatih asal Kanada ini mengungkapkan bahwa Baker telah menunjukkan kualitasnya sejak awal pemusatan latihan (TC). Konsistensi dan kemampuan teknisnya membuat pemain muda ini layak promosi ke tim senior.
“Mathew Baker, seperti yang saya katakan, dia mengikuti kamp pelatihan bersama saya. Dia menjalani lima hari yang baik di kamp itu, dia menunjukkan kemampuan teknisnya,” ungkap Herdman.
Lebih jauh, Herdman membeberkan filosofi utamanya dalam membina pemain muda. Baginya, memperkenalkan atmosfer tim nasional sejak dini adalah kunci akselerasi karier seorang pemain.
“Saya memiliki strategi besar yang selalu saya terapkan dalam pelatihan internasional saya, untuk mempercepat perkembangan pemain muda yang menunjukkan potensi. Semakin muda mereka dapat merasakan pengalaman di tim nasional, semakin besar peluang mereka untuk naik ke level sepak bola profesional berikutnya,” tegasnya.
Meski dikenal gemar membina pemain muda, Herdman menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas di timnas. Setiap pemain, termasuk Baker, harus membuktikan kualitasnya di atas lapangan dan tidak ada privilese khusus.
“Anda harus mendapatkan hak itu. Kami tidak memberikan jersey ini secara cuma-cuma kepada siapa pun,” kata mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Di tengah penjelasan seriusnya, Herdman sempat mencairkan suasana dengan melontarkan candaan mengenai keseharian Baker di TC. Meski hanya lelucon internal, hal ini menunjukkan betapa bangganya ia terhadap perkembangan dan adaptasi sang pemain muda.
“Mathew telah bekerja dengan baik, dia menyanyikan lagu yang bagus tadi malam juga, itu lelucon internal, jelas tidak terlalu lucu,” ucapnya diselingi tawa.






