Kampiunnews|Jakarta – Pertemuan Paraguay dengan Prancis pada Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026 membangkitkan kembali kenangan yang tak terlupakan bagi legenda La Albirroja, Carlos Humberto Paredes. Tepat 28 tahun lalu, kedua tim bertemu di fase yang sama pada Piala Dunia 1998, ketika Prancis menang tipis 1-0 melalui gol emas Laurent Blanc.
Kini, sejarah kembali mempertemukan kedua negara. Paraguay datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menciptakan kejutan terbesar di Babak 32 Besar dengan menyingkirkan juara dunia empat kali, Jerman, melalui drama adu penalti. Kemenangan itu sekaligus membuka peluang bagi La Albirroja untuk membalas kekalahan menyakitkan mereka dari Les Bleus.
“Ada kebahagiaan luar biasa di seluruh negeri atas pencapaian para pemain kami. Semua orang menghitung hari menuju pertandingan melawan Prancis,” ujar Paredes dilansir dari FIFA.
Lahir di Asuncion pada 1976, Paredes mencatatkan 73 penampilan bersama tim nasional Paraguay. Ia juga menikmati karier gemilang di level klub bersama Olimpia, Porto, Sporting CP, dan Reggina. Bersama Porto, ia merasakan kesuksesan di bawah asuhan Jose Mourinho. Paredes tampil dalam tiga edisi Piala Dunia, yakni 1998, 2002, dan 2006.
Paredes mengaku mulai mencintai sepak bola saat menyaksikan Piala Dunia 1986 di Meksiko, ketika Paraguay kembali tampil di putaran final setelah hampir tiga dekade absen.
“Generasi itu menginspirasi kami. Kami semua bermimpi menjadi Julio Cesar Romero atau Roberto Cabanas dan membela negara seperti mereka,” kenangnya.
Debut Piala Dunia Paredes terjadi pada 12 Juni 1998 saat Paraguay bermain imbang tanpa gol melawan Bulgaria. Baginya, tampil di ajang sepak bola terbesar dunia merupakan puncak dari perjalanan seorang pesepak bola.
“Bermain di Piala Dunia adalah puncak dari segalanya. Saat itu Anda mengingat kembali seluruh perjalanan hidup, keluarga, dan semua orang yang membantu hingga bisa berada di sana,” tuturnya.
Paraguay kemudian kembali bermain imbang 0-0 melawan Spanyol sebelum memastikan tiket ke babak gugur berkat kemenangan 3-1 atas Nigeria melalui gol Celso Ayala, Miguel Angel Benitez, dan Jose Cardozo.
Kekalahan yang Tak Terlupakan
Di Babak 16 Besar, Paraguay menghadapi tuan rumah Prancis yang diperkuat pemain-pemain bintang seperti Fabien Barthez, Marcel Desailly, Laurent Blanc, Lilian Thuram, Didier Deschamps, Thierry Henry, David Trezeguet, dan Youri Djorkaeff.
Sementara Paraguay mengandalkan sosok legendaris Jose Luis Chilavert di bawah mistar, serta Carlos Gamarra, Francisco Arce, Celso Ayala, Jose Cardozo, Miguel Angel Benitez, dan Paredes di lini tengah.
Laga berlangsung sengit hingga memasuki babak perpanjangan waktu. Ketangguhan Paraguay akhirnya runtuh pada menit ke-114 setelah Laurent Blanc mencetak gol emas pertama dalam sejarah Piala Dunia, memastikan kemenangan 1-0 bagi Prancis.
“Pertandingan itu mengubah segalanya bagi negara kami. Semangat juang yang kami tunjukkan selama 114 menit menjadi bagian dari DNA sepak bola Paraguay,” kata Paredes.
Ia mengakui kekalahan tersebut masih menyisakan luka hingga kini.
“Tentu saja itu masih menyakitkan. Tetapi sekarang kami mengenangnya dengan penuh kebanggaan. Para pemain Prancis sendiri mengatakan bahwa Paraguay adalah lawan terberat yang mereka hadapi sepanjang turnamen. Itu menjadi kebanggaan besar bagi kami.”
Piala Dunia 2026 menjadi momen kembalinya Paraguay ke panggung dunia setelah absen selama 16 tahun. Keberhasilan menyingkirkan Jerman di Babak 32 Besar juga dianggap sebagai balas dendam atas kekalahan dari tim yang sama di Babak 16 Besar Piala Dunia 2002, ketika Oliver Neuville mencetak gol kemenangan pada menit ke-88.
Kini, La Albirroja berpeluang menuntaskan misi balas dendam berikutnya saat menghadapi Prancis. Jika berhasil menang, Paraguay akan menyamai pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia, yakni mencapai babak perempat final seperti pada edisi 2010.
“Kami adalah negara yang tidak pernah berhenti berjuang. Kata ‘menyerah’ tidak pernah ada dalam kamus kami,” tegas Paredes, mengirimkan peringatan kepada Prancis jelang duel bersejarah tersebut.






