Kampiunnews|Perth – Ketua Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Nusa Tenggara Timur (NTT), Melsiana Pelokila, terus mendorong penguatan pendidikan yang memberikan pengalaman nyata dan wawasan global bagi generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program studi tour internasional Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang ke Perth, Western Australia, pada 3–20 September 2026.
Melsiana yang juga merupakan Ketua Yayasan Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang, mendampingi langsung siswa SMP dan SMA selama mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan di Emmanuel Christian Community School, Perth, Western Australia.
Menurut Melsiana, kegiatan studi tour internasional bukan sekadar perjalanan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan dan membangun karakter siswa melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan internasional.
“Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan, membangun motivasi belajar, memperkaya pengalaman, sekaligus memperkenalkan siswa pada budaya belajar, budaya kerja, kedisiplinan masyarakat dan perkembangan teknologi di lingkungan pendidikan internasional,” ungkap Melsiana.
Sebagai Ketua GEKIRA NTT, Melsiana mengaku bersyukur dapat membawa siswa Tunas Bangsa Kupang memperoleh pengalaman belajar langsung di Australia. Ia menilai pengalaman tersebut penting untuk membangun keberanian, kemandirian, dan kepercayaan diri anak-anak dalam menghadapi lingkungan yang lebih luas.
“Saya merasa senang dan bersyukur bisa membawa anak-anak SMP dan SMA Tunas Bangsa Kupang menjalani kegiatan studi tour ke Sekolah Komunitas Kristen Emmanuel Perth, Western Australia. Ini bukan hanya tentang melihat negara lain, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang dapat membentuk karakter dan cara pandang mereka,” ujar Melsiana.
Selama berada di Perth, para siswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah setempat. Mereka bahkan diberi kesempatan berbicara dalam ibadah pagi di kelas maupun dalam ibadah bersama.
Melsiana mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun keberanian siswa untuk tampil dan berkomunikasi di depan orang lain.
“Pengalaman inilah yang membuat anak-anak punya kepercayaan diri, belajar berbicara di depan umum, bahkan berinteraksi dengan siswa-siswa di Sekolah Komunitas Kristen Emmanuel Perth, Western Australia,” katanya.
Selama program berlangsung, siswa Tunas Bangsa mengikuti kegiatan pembelajaran setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.30 hingga 15.45 waktu setempat. Dalam seluruh kegiatan tersebut, para siswa tetap mengenakan seragam Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang.
Program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung suasana pembelajaran di Australia, sekaligus mengenal budaya, kedisiplinan, teknologi, pola interaksi, serta kehidupan masyarakat setempat.
Melsiana menegaskan bahwa pengalaman internasional tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan.
“Terima kasih. Ini adalah salah satu program untuk menyiapkan generasi emas 2045,” tutur Melsiana.
Ia menambahkan, pendidikan harus mampu membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar tidak hanya dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman, interaksi, serta lingkungan yang berbeda.
Bagi Melsiana, kesempatan belajar di lingkungan internasional juga menjadi bagian dari upaya Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang membangun generasi yang memiliki wawasan luas namun tetap membawa nilai-nilai karakter dan pendidikan yang telah diperoleh di tanah air.
Semangat tersebut sejalan dengan motto Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang, “Learning Today, Leading Tomorrow” atau “Belajar Hari Ini, Memimpin Esok Hari.”
Rombongan studi tour SMP dan SMA Tunas Bangsa Kupang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Rabu, 23 September 2026.







