Kampiunnews|Jakarta – Kompetisi BRI Super League 2026/27 mulai memberikan ruang bagi pemain muda Indonesia untuk menambah jam terbang di kasta tertinggi sepak bola nasional. Garudayaksa FC dan Persija Jakarta menjadi dua klub yang memadukan penguatan skuad dengan regenerasi pemain.
Garudayaksa merekrut bek berpengalaman Aldo Claudio, sementara Persija memberikan kesempatan kepada tiga talenta muda hasil pembinaan, Muhammad Farhan Sopiulloh, Agi Firmansyah, dan Nathan Fariel Kusuma, untuk bersaing di tim utama.
Garudayaksa Rekrut Aldo Claudio
Garudayaksa FC mengamankan jasa Aldo Claudio untuk memperkuat lini pertahanan menghadapi kompetisi musim ini.
Mantan bek Persiku Kudus tersebut mencatatkan 19 penampilan pada musim pertamanya bersama klub berjuluk Macan Muria di kompetisi kasta kedua. Pengalaman dan gaya bermainnya yang lugas menjadi pertimbangan manajemen Garudayaksa.
COO Garudayaksa FC, Derry Hidayat, mengatakan Aldo dipilih karena memiliki postur ideal serta pengalaman bertanding yang cukup tinggi.
“Kami memilih pemain ini karena memiliki postur yang ideal serta pengalaman dan jam terbang reguler yang cukup tinggi,” ujar Derry.
Aldo mengaku bangga mendapat kepercayaan bergabung dengan Garudayaksa dan siap memberikan kemampuan terbaiknya.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa bergabung dengan Garudayaksa FC. Kepercayaan dari manajemen dan jajaran pelatih ini tentu menjadi motivasi besar bagi saya untuk bekerja lebih keras lagi,” ungkapnya.
Kehadiran Aldo diharapkan memberikan stabilitas dan kepemimpinan di lini belakang sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda di skuad Garudayaksa.
Persija Beri Panggung Farhan, Agi, dan Nathan
Sementara itu, Persija Jakarta melanjutkan regenerasi melalui promosi Muhammad Farhan Sopiulloh, Agi Firmansyah, dan Nathan Fariel Kusuma ke lingkungan tim utama.
Ketiganya menempuh pembinaan dari kelompok U-16, U-18, hingga U-20 sebelum menghadapi persaingan di skuad senior yang menuntut intensitas latihan, kekuatan fisik, dan kecepatan mengambil keputusan.
Nathan mengakui adaptasi menjadi tantangan utama saat berlatih bersama pemain senior.
“Tantangan terbesar adalah adaptasi. Sebab, ketika di U-16, 18, sampai U-20, intensitas latihannya sangat berbeda dengan tim utama. Di sini saya dituntut untuk lebih cepat dalam mengambil keputusan, lebih kuat secara fisik, mental harus lebih siap, dan yang paling penting harus juga bisa konsisten di setiap harinya,” kata Nathan.
Ia menyadari persaingan mendapatkan menit bermain di lini serang Persija cukup ketat. Namun, kondisi tersebut dijadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Saya berusaha fokus menunjukkan sikap dan kerja keras di latihan, menjalankan apa yang diminta pelatih, dan selalu siap ketika diberikan kesempatan bermain. Persaingan di lini serang Persija memang ketat dengan banyak pemain bagus di Persija. Tapi ya saya melihat itu sebagai motivasi saya untuk berkembang,” tuturnya.
Kesempatan bagi Farhan, Agi, dan Nathan melanjutkan tradisi pembinaan Persija. Dalam lima musim terakhir, sebanyak 23 pemain dari kelompok usia muda telah mendapatkan debut bersama tim utama.
Pada Liga 1 2021/22, sebanyak 10 pemain mencatatkan debut, disusul empat pemain pada 2022/23. Rayhan Hannan kemudian debut pada 2023/24, sedangkan Aditya Warman, Alwi Fadillah, dan Muhammad Zahaby Gholy mendapat kesempatan pada 2024/25.
Musim 2025/26 kembali menghadirkan lima debutan, yakni Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Langkah Garudayaksa dan Persija memperlihatkan dua pendekatan dalam membangun skuad kompetitif di BRI Super League 2026/27. Pengalaman pemain senior menjadi modal memperkuat tim, sementara kesempatan bermain bagi talenta muda membuka jalan regenerasi dan peningkatan jam terbang di level profesional.







