Kampiunnews|Jakarta – Hasil imbang 0-0 Timnas Indonesia melawan Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026), menyisakan kekecewaan di kalangan suporter. Seusai pertandingan, sebagian penonton meneriakkan nama Shin Tae-yong (STY), sebagai bentuk respons terhadap penampilan Skuad Garuda.
Bek Timnas Indonesia Kevin Diks mengaku kecewa melihat reaksi tersebut. Padahal, Indonesia harus berjuang dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah. Situasi itu membuat Garuda kesulitan mengembangkan serangan dan lebih banyak bertahan menghadapi tekanan Malaysia.
Teriakan nama STY sekaligus mengingatkan publik pada perjalanan Timnas Indonesia di bawah pelatih asal Korea Selatan tersebut. Salah satu momen yang kembali menjadi sorotan adalah kemenangan telak Indonesia 4-1 atas Malaysia pada Piala AFF 2020, ketika Harimau Malaya ditangani Tan Cheng Hoe, pelatih yang kembali menghadapi Indonesia pada laga Senin malam.
Di era STY, Timnas Indonesia membangun fondasi dengan mengandalkan pemain-pemain muda, memberikan mereka kesempatan tampil di level internasional, serta membentuk kerangka tim yang kemudian menjadi bagian penting perjalanan Skuad Garuda hingga saat ini.
Kini, John Herdman menghadapi tantangan untuk meneruskan perkembangan tersebut, sekaligus menjawab ekspektasi tinggi suporter terhadap permainan dan hasil Timnas Indonesia.
Indonesia sebenarnya mengawali pertandingan dengan menjanjikan. Skuad Garuda sempat mencetak gol pada awal laga, tetapi wasit menganulirnya karena terjadi pelanggaran terlebih dahulu.
Situasi berubah pada menit ke-37 ketika Thom Haye menerima kartu merah setelah melakukan tekel terhadap Arif Aiman. Bermain dengan 10 pemain membuat Indonesia kesulitan mengembangkan serangan dan lebih berkonsentrasi menjaga pertahanan.
Malaysia memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan tekanan. Namun, disiplin lini belakang dan penampilan Maarten Paes membuat gawang Indonesia tetap aman hingga pertandingan berakhir 0-0.
Hasil tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Malaysia masih memimpin klasemen Grup A berkat keunggulan selisih gol.
STY dan Kenangan Kemenangan 4-1 atas Malaysia
Teriakan nama Shin Tae-yong di SUGBK tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika membangun fondasi tim dengan mayoritas pemain muda.
Salah satu catatan yang kembali mengemuka adalah keberhasilan Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 4-1 pada fase grup Piala AFF 2020, yang digelar pada Desember 2021.
Ketika itu, Malaysia yang dilatih Tan Cheng Hoe sempat unggul lebih dahulu melalui Kogileswaran Raj. Namun, Indonesia mampu membalikkan keadaan lewat gol-gol Irfan Jaya, Pratama Arhan, dan Elkan Baggott, serta gol tambahan yang melengkapi kemenangan 4-1.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi generasi muda Indonesia di bawah asuhan STY. Dengan permainan disiplin, organisasi pertahanan yang terstruktur, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang, Garuda mampu memanfaatkan celah pertahanan Malaysia.
Kini, Tan Cheng Hoe kembali menjadi bagian dari persaingan menghadapi Indonesia. Namun, situasi pertandingan kali ini berbeda. Indonesia harus kehilangan satu pemain sejak babak pertama sehingga pendekatan permainan tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan laga Piala AFF 2020.
Di bawah STY, sejumlah pemain muda mendapatkan kesempatan berkembang dan pengalaman internasional. Fondasi regenerasi tersebut menjadi bagian dari kesinambungan pembangunan Timnas Indonesia, meskipun pergantian pelatih membawa pendekatan taktik dan strategi yang berbeda.
John Herdman kini memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi pemain yang tersedia, menjaga kesinambungan regenerasi, dan membangun identitas permainan yang sesuai dengan karakter Skuad Garuda.
Kekecewaan sebagian suporter setelah hasil imbang melawan Malaysia menunjukkan tingginya ekspektasi publik terhadap Timnas Indonesia.
Namun, hasil pertandingan juga perlu dilihat berdasarkan situasi di lapangan. Kartu merah Thom Haye membuat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu babak, sementara Malaysia memiliki keunggulan jumlah pemain untuk terus menekan.
Bagi Indonesia, perjuangan belum selesai. Skuad Garuda akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A, sementara Malaysia berjumpa Singapura.
Indonesia membutuhkan kemenangan dengan margin gol yang memadai untuk menjaga peluang merebut posisi puncak klasemen. Besarnya margin yang diperlukan tetap bergantung pada hasil pertandingan Malaysia dan ketentuan pemeringkatan turnamen.
Hasil imbang melawan Malaysia menjadi pekerjaan rumah bagi Herdman, khususnya dalam meningkatkan efektivitas serangan dan kemampuan tim beradaptasi ketika menghadapi situasi sulit.
Di sisi lain, perjalanan Timnas Indonesia di bawah STY memperlihatkan bagaimana regenerasi dan pemberian kesempatan kepada pemain muda menjadi bagian penting dalam membangun tim nasional.
Kini, tantangannya adalah bagaimana fondasi tersebut terus berkembang dan diterjemahkan menjadi performa konsisten di lapangan, dimulai dari pertandingan penentuan melawan Bangladesh.







