Kampiunnews | Jakarta – Jeda kompetisi BRI Super League 2026/27 tidak membuat tim-tim peserta kehilangan ritme pertandingan. Sejumlah klub memanfaatkan masa jeda dengan latihan intensif, latih tanding hingga game internal untuk menjaga kondisi fisik, sentuhan bola dan kesiapan taktik sebelum kompetisi kembali bergulir.
Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang menjaga intensitas latihan selama masa jeda. Macan Kemayoran menjalankan program latihan yang berfokus pada pematangan taktik dan strategi, sekaligus menggelar latih tanding untuk mempertahankan atmosfer pertandingan.
Persija menghadapi Garudayaksa FC dalam latih tanding di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/10/2026) sore. Seluruh pemain yang tersedia mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan tersebut.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menegaskan timnya tidak sekadar beristirahat selama kompetisi berhenti sementara.
“Tentu kami tidak beristirahat begitu saja selama jeda kompetisi. Sebelumnya, kami sudah memberikan waktu istirahat kepada para pemain. Setelah itu, program latihan kembali berjalan dengan baik hingga saat ini,” ujar Shin.
Persija kini mulai mengarahkan fokus menuju pertandingan resmi. Macan Kemayoran akan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 10 Oktober 2026.
Setelah itu, jadwal padat sudah menanti. Persija akan menghadapi Persita pada 17 Oktober, Arema FC pada 21 Oktober, Persik Kediri pada 26 Oktober, dan Dewa United Banten FC pada 31 Oktober 2026.
Rangkaian pertandingan tersebut membuat pemeliharaan ritme selama jeda menjadi sangat penting. Persija dituntut kembali dalam kondisi kompetitif ketika persaingan BRI Super League 2026/27 berlanjut.
PSIM Pilih Game Internal 90 Menit
Langkah serupa dilakukan PSIM Yogyakarta. Untuk menjaga ritme permainan selama jeda, Laskar Mataram menggelar game internal selama 90 menit di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sabtu (3/10/2026).
Seluruh pemain dibagi menjadi dua tim dan bertanding layaknya pertandingan resmi dengan dipimpin wasit. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memantau langsung kondisi fisik dan perkembangan para pemain.
“Bagi saya, sangat penting melihat semua pemain bermain selama 90 menit penuh,” ujar Van Gastel.
Menurutnya, jeda kompetisi yang berlangsung sekitar tiga pekan membutuhkan program yang tepat agar pemain tidak kehilangan sentuhan dan ritme permainan.
“Terutama karena ada jeda tiga minggu, kita memiliki waktu libur satu minggu, dan minggu ini kita kembali berlatih. Sangat penting untuk mengembalikan ritme permainan,” jelasnya.
Game internal juga menjadi kesempatan bagi pemain yang selama ini mendapatkan menit bermain lebih sedikit untuk menunjukkan kemampuan.
“Selain itu, bagi para pemain yang mendapatkan menit bermain lebih sedikit, kesempatan bermain selama 90 menit ini juga sangat penting,” katanya.
Van Gastel mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Menurutnya, pertandingan internal tersebut bukan hanya menguji kondisi fisik, tetapi juga memperlihatkan kemauan pemain untuk bekerja keras demi kepentingan tim.
Komposisi dua tim sengaja dibuat seimbang dengan memadukan sejumlah pemain yang sudah terbiasa bermain bersama. Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi staf pelatih terhadap kekuatan dan kombinasi antarpemain.
Hasil pertandingan internal juga dapat menjadi bahan pertimbangan Van Gastel dalam menentukan komposisi tim menghadapi Persija Jakarta pada 10 Oktober mendatang.
“Hal itu bergantung pada perkembangan tim pada pekan ini. Namun bagi saya, minggu-minggu ini dan bulan-bulan mendatang adalah murni tentang kemauan. Kemauan untuk berkorban dan berjuang keras demi tim,” pungkasnya.
Persija dan PSIM menunjukkan bahwa jeda kompetisi bukan berarti klub berhenti beraktivitas. Sebaliknya, masa tersebut menjadi momentum untuk menjaga ritme pertandingan, meningkatkan kebugaran, menguji strategi, sekaligus memberikan menit bermain kepada pemain yang membutuhkan.
Dengan jadwal pertandingan yang kembali padat, tim-tim BRI Super League 2026/27 harus memastikan jeda kompetisi tidak membuat performa menurun. Latih tanding dan game internal menjadi salah satu cara menjaga pemain tetap berada dalam atmosfer kompetisi sebelum persaingan kembali berlangsung.







