Kampiunnews|Nagoya – Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi berakhir setelah Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani menyampaikan pidato penutupan di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, Jepang, Minggu (4/10/2026).
Asian Games ke-20 tersebut berlangsung selama 16 hari, sejak 19 September hingga 4 Oktober 2026, dengan melibatkan atlet dari 45 National Olympic Committee (NOC) Asia.
Indonesia menutup perjuangan dengan membawa pulang 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan tersebut sekaligus melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yakni empat medali emas.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan capaian tersebut patut disyukuri meski posisi Indonesia dalam klasemen akhir mengalami penurunan dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022.
“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua di Nagoya, Minggu.
Indonesia finis di peringkat ke-16 klasemen akhir Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Posisi ini turun dari peringkat ke-12 pada Asian Games Hangzhou 2022, ketika Indonesia meraih tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Namun, penurunan peringkat tidak serta-merta menunjukkan penurunan prestasi secara keseluruhan. Dari sisi target, Indonesia justru berhasil melewati ekspektasi awal dengan mengamankan lima medali emas atau 125 persen dari target empat emas.
Salah satu faktor yang memengaruhi komposisi medali Indonesia adalah perubahan nomor pertandingan. Beberapa nomor yang menjadi sumber emas pada Hangzhou tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya, seperti menembak 10 meter running target campuran dan putra yang sebelumnya menyumbangkan dua emas. Nomor Dragon Boat 1000 meter putra juga tidak dipertandingkan.
Di tengah perubahan tersebut, sejumlah atlet Indonesia tetap mampu menciptakan prestasi dan sejarah baru.
Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi mencatat total angkatan 366 kilogram sekaligus menempatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram. Dari panjat tebing, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga mengukir rekor Asia nomor speed putri dengan catatan 6,062 detik.
Prestasi bersejarah turut lahir dari bulu tangkis. Tim putra Indonesia berhasil mengalahkan China di final dan mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali meraih medali emas Asian Games.
Sementara dari cabang panahan, Nurisa Dian Ashrifa mencatat sejarah dengan mempersembahkan medali emas Asian Games pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.
Indonesia juga memperoleh tambahan medali dari cabang olahraga yang menjalani debut di Asian Games, seperti teqball, padel, MMA, dan esport. Cabang-cabang tersebut memberikan kontribusi berupa medali perak dan perunggu.
Todotua menegaskan seluruh proses perjalanan kontingen Indonesia akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan olahraga nasional.
“Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya,” katanya.
Evaluasi akan mencakup seluruh rangkaian kerja kontingen, mulai dari persiapan, keberangkatan, pendampingan atlet dan ofisial selama pertandingan hingga kepulangan ke Indonesia.
Dengan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu, Indonesia memang harus menerima kenyataan turun ke peringkat 16. Namun, dari sisi pencapaian target, Kontingen Merah Putih berhasil melewati target Kemenpora dan pulang dengan 39 medali. Capaian ini menjadi modal penting untuk evaluasi sekaligus pembinaan olahraga nasional menuju ajang internasional berikutnya.







