Kampiunnews|Batam– Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya. Koordinasi ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik, terutama pada objek vital seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa koordinasi dengan PLN Batam terus dilakukan guna mengoptimalkan penanganan gangguan listrik, sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.
“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, gangguan pasokan listrik turut berdampak pada operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA). Kondisi tersebut menyebabkan produksi dan distribusi air bersih berpotensi terganggu, termasuk kemungkinan terjadinya penurunan tekanan air di sejumlah wilayah.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BP Batam bersama mitra terkait mengoptimalkan penggunaan generator set (genset) pada sejumlah instalasi pengolahan air. Namun, dukungan genset tersebut saat ini baru mampu mempertahankan sekitar 30 persen produktivitas air.
Adapun pemadaman listrik atau kondisi PLN Off berdampak pada operasional sejumlah Water Treatment Plant (WTP), yakni Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa, serta DK 1–5.
BP Batam terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengoptimalkan pelayanan air bersih selama proses pemulihan berlangsung. Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” terang Ariastuty.
Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan usaha dan daya saing investasi di Batam.
Menurut Fary, upaya pemulihan pasokan listrik perlu disertai evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan serta memperkuat ketahanan sistem kelistrikan. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur dan meminimalkan risiko terjadinya gangguan serupa pada masa mendatang.
“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” jelas Fary.
BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, serta mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi di Batam.
Pasokan listrik yang stabil dinilai berperan penting dalam menunjang operasional industri, kegiatan usaha, fasilitas kesehatan, layanan transportasi, hingga infrastruktur pengolahan air bersih. Oleh karena itu, koordinasi antara BP Batam dan PLN Batam menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan gangguan berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan kegiatan ekonomi.
Di sisi lain, PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan ini, hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus terhadap pasokan listrik bagi objek vital dan fasilitas pelayanan publik, termasuk bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya.
BP Batam akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung pemulihan pasokan listrik dan air bersih. Masyarakat diharapkan tetap bijak menggunakan air serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan pemulihan layanan.
Melalui koordinasi dan evaluasi bersama, BP Batam berharap keandalan infrastruktur dasar dapat terus ditingkatkan demi menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, mendukung kegiatan usaha, dan memperkuat daya saing investasi Kota Batam.







