Kampiunnews|Kupang – Owner Bintang Timur Atambua, Serena Cosgrova Francis, mendampingi Fernando Osorio Soares atau Nando Soares saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendaftaran ini menambah dinamika persaingan yang kian memanas menjelang pemilihan pimpinan sepak bola NTT.
Nando, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, datang bersama sejumlah insan sepak bola. Kedatangan mereka disambut jajaran Komite Pemilihan, yakni Piter Fomeni, Lukman Hakim, dan Abdul Muis.
Kehadiran Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mendampingi Nando Soares menjadi perhatian dalam proses pencalonan tersebut. Sebagai pengelola klub Bintang Timur Atambua, Serena memiliki keterkaitan langsung dengan pembinaan dan kompetisi sepak bola. Ia berharap pemilihan Ketua Asprov PSSI NTT menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pengurus, klub, dan seluruh insan sepak bola.
Sepak bola NTT membutuhkan kebersamaan dan kerja sama semua pihak. Pemimpin terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul klub-klub, memperkuat pembinaan pemain muda, serta membuka ruang bagi talenta lokal untuk berkembang dan berprestasi.
Serena meyakini, kehadiran Nando membawa sejumlah gagasan yang berkaitan dengan tata kelola organisasi, kualitas kompetisi, penggunaan teknologi pertandingan, dan pembinaan pemain usia dini. Gagasan tersebut menjadi bagian dari agenda yang perlu dibahas bersama klub dan pemangku kepentingan sepak bola NTT.
Salah satu isu yang mengemuka adalah kepastian mekanisme pencalonan Ketua Asprov PSSI NTT. Proses pemilihan diharapkan berjalan sesuai aturan, dengan persyaratan yang jelas, verifikasi yang transparan, serta kesempatan yang setara bagi seluruh bakal calon.
Nando juga membawa gagasan pengelolaan PSSI NTT yang lebih transparan dan partisipatif. Dalam konsep tersebut, klub dan anggota Asprov diharapkan mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi serta terlibat dalam pembahasan program kerja dan arah pengembangan sepak bola daerah.
Dalam aspek kompetisi, Nando mengusulkan penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk membantu pengambilan keputusan pertandingan yang lebih adil. Gagasan ini perlu dikaji dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, biaya operasional, serta regulasi kompetisi yang berlaku.
Penerapan teknologi pertandingan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan penyelenggara dan kebutuhan setiap level pertandingan.
Nando juga mengusulkan pemisahan penyelenggaraan Liga 4 dan Piala Gubernur NTT. Gagasan ini bertujuan memberi kejelasan fungsi masing-masing kompetisi, sehingga agenda pembinaan klub, pencarian pemain potensial, dan turnamen daerah dapat dirancang lebih terarah.
Pemisahan tersebut membutuhkan koordinasi antara Asprov PSSI NTT, pemerintah daerah, klub, serta pihak penyelenggara. Kalender kompetisi yang terencana juga penting agar klub dapat mempersiapkan pemain, anggaran, dan kebutuhan teknis secara lebih baik.
Pembinaan Usia Dini sebagai Fondasi Masa Depan
Pembinaan pemain usia dini menjadi salah satu poin yang dibawa Nando dalam pencalonannya. Pengembangan sepak bola NTT dinilai perlu dimulai dari kelompok usia muda melalui kompetisi berjenjang, pelatihan yang terarah, peningkatan kualitas pelatih, serta pemantauan bakat di berbagai kabupaten dan kota.
Dengan pembinaan yang konsisten, pemain-pemain muda NTT diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang dan menembus kompetisi yang lebih tinggi. Klub, sekolah sepak bola, pemerintah daerah, dan Asprov perlu membangun kerja sama agar pembinaan tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen semata.
Untuk memperluas publikasi sepak bola daerah, Nando juga menggagas TV Bola NTT sebagai sarana mengangkat talenta pemain, kompetisi lokal, profil klub, dan aktivitas pembinaan sepak bola.
Kehadiran platform media khusus sepak bola NTT berpotensi membantu memperluas jangkauan informasi kompetisi dan memperkenalkan pemain-pemain daerah kepada masyarakat. Pelaksanaannya perlu didukung perencanaan konten, sumber daya, pembiayaan, serta pola kerja sama yang berkelanjutan.
Dalam dinamika pencalonan tersebut, Nando Soares disebut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, di antaranya Angelo Wake Kako, Fary Francis, dan Ahmad Yohan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perkembangan kontestasi, sementara proses pemilihan tetap harus mengikuti ketentuan dan mekanisme resmi yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Komite Pemilihan, Piter Fomeni, menjelaskan bahwa dokumen persyaratan Nando telah dinyatakan lengkap pada tahap pendaftaran. Panitia selanjutnya akan melakukan verifikasi sebelum menyampaikan hasil sesuai tahapan pemilihan.
“Persyaratan dinyatakan lengkap. Kami akan melakukan verifikasi dan hasilnya akan kami sampaikan pada tahapan selanjutnya,” jelas Piter.
Dengan semakin dinamisnya persaingan menuju kursi Ketua Asprov PSSI NTT, gagasan mengenai tata kelola organisasi, kualitas kompetisi, pembinaan usia dini, pemanfaatan teknologi, dan publikasi sepak bola lokal menjadi sejumlah isu yang perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, tantangan bagi kepengurusan mendatang adalah menerjemahkan gagasan menjadi program yang realistis, terukur, dan dapat dijalankan bersama klub serta seluruh pemangku kepentingan. Kontestasi diharapkan berlangsung sehat, tetap menjaga persaudaraan, dan mengutamakan kemajuan sepak bola NTT.







