Kampiunnews | Jayapura – Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut segera dimulai. Ajang ini merupakan perebutan tiket yang disediakan Panitia PON XXI.
PON Aceh – Sumatera Utara akan mempertandingkan 74 cabang olahraga (Cabor), 33 cabor dimainkan di Aceh dan 34 lainnya dipertandingkan di Sumatera Utara (Sumut).
Papua yang sukses menyelenggarakan PON XX kali lalu, kini terancam tidak mengikuti PON XXI Aceh- Sumut. Pasalnya, hingga kini tidak ada anggaran bagi atlet Papua untuk mengikuti pra kualifikasi PON.
Menurut sumber kami di KONI Papua, hadirnya Daerah Otonom Baru (DOB) menjadi persoalan bagi pendanaan kegiatan KONI Papua. Anggaran KONI harus dibagi dengan 3 DOB yaitu, provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Anggaran dari pemerintah pusat langsung didistribusikan ke masing-masing provinsi. Ceriteranya akan berbeda jika provinsi induk yang mendistribusikan, ungkap salah seorang pengurus di KONI Papua.
Persoalan ini terungkap saat Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, George Weyasu,SH menjawab pers di Jayapura.
Menghadapi pra kualifikasi, KONI Papua membutuhkan anggaran kurang lebih sebesar Rp70 milliar untuk memfasilitasi atlet-atlet dari 47 Cabang Olahraga (Cabor) mengikuti Pra PON Aceh-Sumut.
George, berharap ada kebijakan atau solusi kebijakan anggaran dari pemerintah. Jika tidak ada solusi dipastikan Papua akan absen pada gelaran PON XXI Aceh-Sumut.
Tidak ada pilihan bagi Pemerintah Provinsi Papua, jika tidak mengucurkan anggaran untuk memfasilitasi para atlet berlaga di Pra PON, maka dipastikan PON Aceh-Sumut tanpa kontingen Papua.
“Kalau tidak ada dana dari pemerintah maka KONI memastikan bahwa Papua tidak akan ikut PON Aceh-Sumut. Untuk kami berharap ada komunikasi antara legislatif dan eksekutif untuk mengambil kebijakan anggaran, guna membantu atlet-atlet Papua ikut dalam Pra PON,”ungkap George.
KONI Papua akan mengikutkan 47 Cabor dalam Pra kualifikasi atau Pra PON PON XXI Aceh-Sumut. Apabila atlet-atlet Papua dari 47 Cabang Olahraga (Cabor) tidak ikut dalam pra kualifikasi tersebut maka secara otomatis Papua tidak bisa mengikuti iven olahraga terakbar se-Indonesia itu.
“Pra kualifikasi atau Pra PON menjadi syarat mutlak bagi setiap atlet untuk bisa tampil di PON. Dengan mengikuti Pra PON dan lolos, maka atlet-atlet Papua dapat mengikuti PON Aceh-Sumut. Sebaliknya, jika atlet kita tidak ikut Pra PON maka secara otomatis kontingen Papua tidak bisa ikut PON,”ungkapnya.
Pra PON Aceh-Sumut digelar bulan Mei hingga September 2023. Cabor Aeromodeling menjadi Cabor pertama yang akan menggelar babak kualifikasi PON.
“Kurang satu bulan lagi, atlet kita akan menghadapi babak kualifikasi PON. Kita berharap dalam waktu dekat ada kebijakan dari Pemprov Papua terkait anggaran untuk memfasilitasi atlet-atlet kita,”harap George.
Menyikapi hal ini, pada Jumat siang, 17 Maret 2023, Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menggelar rapat dengan KONI Papua membahas kesiapan Papua menghadapi Pra PON dan PON Aceh-Sumut.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi V DPRP Papua, Jack Komboy, terungkap bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Papua tahun anggaran 2023, tidak ada alokasi dana untuk membiayai Pra PON Aceh-Sumut.
Menyikapi hal tersebut, DPRP dalam waktu dekat akan memfasilitasi pertemuan tiga pihak yakni Pemprov Papua, DPRP dan KONI untuk mencari alternatif pembiayaan bagi atlet-atlet Papua supaya bisa ikut dalam pra kualifikasi PON Aceh-Sumut.
“Memang kita berada di situasi yang kurang mengenakan, tapi kita harus cari solusi. Bagaimana persiapan atlet kita menghadapi PON Aceh-Sumut. Saya berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat membantu untuk atlet-atlet yang akan mengikuti Pra PON bulan Mei besok,”kata Komboy.
Bisa dibayangkan andaikata Papua absen di PON XXI ? Sejumlah atlet nasional Papua hilang dari peredaran PON XXI. Sangat disayangkan, Papua dikenal dengan kekayaan alam yang berlimpah, namun masih terhimpit dengan biaya pengembangan SDM. Papua bagaikan tikus mati di lumbung padi. Jangan sampai hal ini terjadi, Pemerintah mesti segera bertindak, berikan solusi agar KONI Papua segera dapat mempersiapkan atletnya menuju Pra PON Aceh-Sumut.






