Kampiunnews | Bajawa – Disela kesibukannya mendampingi tim Bintang Timur Atambua di ajang Liga Pelajar Soeratin Cup 2023, manejer Bintang Timur Serena Cosgrova Francis bersama manejemen Bintang Timur (BeTA) Atambua mengunjungi istri legenda sepakbola Ngada Heru Nerly di Mataloko, Ngada, Sabtu (28/10).
Saat itu, Serena yang didampingi pemain PSN Ngada Rein Milo, menemui Novi Menang, istri legenda tim Mutiara Hitam Persipura Jauapura asal Ngada, di Mataloko, kecamatan Golewa.
Dalam pertemuan tersebut, Novi yang sejak dinikahi Heru Nerly berprofesi sebagai perawat, akhirnya harus meninggalkan pekerjaannya demi mengurus sang legend yang terkena tumor. Novi pun berceritera tentang sakit yang dialami mantan pemain Persipura, hingga akhirnya meninggal di Makasar

Dengan mata berkaca-kaca, Novi berceritera, sebelum menderita sakit hingga menghembuskan nafasnya, Heru sudah merintis Sekolah Sepakbola (SSB) Bintang Timur di kecamatan Aiemere, Kabupaten Ngada.
Tidak banyak yang tahu, tahun 2017, Bintang Timur sudah hadir di Aimere. Banyak yang bergabung, namun sejak Heru meninggal, tidak ada yang bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh mantan pemain Persipura Jayapura tersebut.
“Ini kaos SSB Bintang Timur Aimere, bola dan perlengkapan latihan yang diberikan Pak Fary Francis masih tersimpan di rumahnya di Aimere.” ujar Novi sambil menunjukkan kaos tim SSB Bintang Timur Aimere.
Frary Francis adalah ayah Serena. Serena Francis tampak terharu mendengar ceritera Novi, bagaimana tekad seorang Heru Nerly merintis SSB Bintang Timur di Aimere.
Tekad dan semangat Heru yang mendorong Serena untuk kembali ingin mengembangkan kembali SSB di tanah Ngada.
“Banyak masyarakat berharap agar Bintang Timur bisa menghadirkan SSB dengan pola pembinaan yang berkesinambungan di Ngada. Spirit Heru Nerly ini perlu kita teruskan,” ujar Serena.
SSB Bintang Timur yang berdiri tahun 2014, saat ini telah hadir di kota Soe dengan nama BeTA Soe Generation, berkolaborasi dengan SSB Soe Generation milik Alm.Ako Nahak. Soe Generation merupakan SSB yang telah melahirkan pemain timnas U-20 Franky Misa.
Seperti diketahui semasa aktif bermain, Heru yang berposisi sebagai pemain sayap serba bisa tersebut merupakan pesepakbola kebanggaan masyarakat Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Karir profesionalnya mulai terlihat saat ia tergabung bersama skuad juara Indonesia Super League (ISL) musim 2008 Persipura Jayapura.
Bahkan ditahun itu ia sempat mewakili Persipura dalam skuad Timnas yang ditukangi coach Benny Dollo. Ia juga turut membawa Persipura menjuarai Liga Indonesia 2008/09.
Pemain yang mengenakan nomor punggung 23 selama membela Mutiara Hitam itu dikenal serba bisa, ia dimainkan oleh coach Jacksen F.Tiago sebagai gelandang petarung dan bek sayap.
Bahkan, karirnya sebagagai pesepakbola sangat spesial. Ia pernah membela klub di 5 pulau besar Indonesia, yakni Persipura (Papua), Parsisam Samarinda (Kalimantan), Persija Jakarta (Jawa), PSM Makassar (Sulawesi) dan Semen Padang (Sumatera).
Kedekatan Serena dan ayahnya Fray Francis dengan Heru Nerly sudah terbina lama sejak di Bintang Timur Atambua.
Bersama Bintang Timur Atambua, Heru pun mengukir kenangan manis, menjuarai Pos Kupang Cup di Kupang tahun 2018. Makanya cukup beralasan kalau serena tak ingin membiarkan SSB Bintang Timur yang dirintis Heru di Tanah Ngada hilang dari peredaran. Bintang Timur dan Spirit Heru Nerly harus bersinar kembali.






