Kampiunnews, Jakarta – Upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan terus dilakukan. Salah satunya melalui Kompetisi Poster dan Esai bertema “Pilah Sampah Jadi Kebiasaan Sehari-hari” yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 A-Green.
Para pemenang kompetisi diumumkan pada puncak perayaan HUT ke-9 A-Green yang berlangsung di kawasan A-Green, Perumahan Taman Aries, Meruya Utara, Jakarta Barat, Senin (1/6/2026).
Kompetisi yang diikuti 17 peserta itu menghadirkan dua kategori, yakni Poster dan Esai.
Kegiatan tersebut bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.
Kasie Peran Serta Masyarakat Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Sena Syah Putra, mengatakan kompetisi tersebut merupakan sarana edukasi untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda sebagai calon penerus bangsa.
“Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya memilah sampah sejak dini sebagai calon penerus bangsa,” ujar Sena, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah perlu ditanamkan sejak usia muda agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Agnes Natasha Yusuf berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Christian Aswinata, sedangkan Natasha Indri Aswinatha meraih juara ketiga.
Untuk kategori juara harapan, Chloe Santoso meraih juara harapan pertama, disusul Jocelyn Vanessa sebagai juara harapan kedua dan Alycia Sutanto sebagai juara harapan ketiga.
Agnes Natasha Yusuf mengaku bersyukur dapat meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.
“Saya semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan kita,” kata Agnes.
Ia mengatakan keikutsertaannya dalam lomba tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan hobinya di bidang menggambar.
Agnes berharap pemerintah dapat lebih serius menangani persoalan sampah yang semakin kompleks, terutama terkait kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang terus menghadapi tekanan akibat tingginya volume sampah dari Jakarta.
“Bantar Gebang sudah tidak sanggup menampung sampah. Saya juga melihat bahwa sampah sudah menjadi masalah besar yang memunculkan berbagai persoalan lainnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain kompetisi Poster dan Esai, panitia HUT ke-9 A-Green juga menggelar Kompetisi Pengelolaan Sampah dan Penghijauan bertema “Sampah, Ketahanan Pangan, dan Penghijauan di Rumah.”
Kompetisi tersebut ditujukan bagi individu maupun keluarga untuk mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperluas penghijauan lingkungan rumah, serta membangun siklus pengelolaan sampah dapur yang berkelanjutan.
Dari 30 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, dewan juri menetapkan Roedi Hartono sebagai juara pertama, disusul Liana Elistia sebagai juara kedua dan Hong Sian sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Tresno Indrayanti meraih juara harapan pertama, Monika Surya juara harapan kedua, dan Samsul Bahri juara harapan ketiga.
Dewan juri kompetisi Pengelolaan Sampah dan Penghijauan terdiri atas Sena Syah Putra, Ghausal Akbar selaku Kasatpel Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kecamatan Kembangan, serta Romo Agustinus Ari Pawarta, O.Carm., Kepala Paroki Gereja Katolik Maria Kusuma Karmel, Meruya.
Melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi tersebut, A-Green berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terlibat dalam upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan sehingga budaya memilah sampah dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.






