Kampiunnews|Atlanta โ Tim Nasional Argentina memastikan langkah ke partai puncak Piala Dunia FIFA 2026 setelah menampilkan semangat juang luar biasa dengan membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium, Rabu (15/7) waktu setempat.
Tertinggal lebih dahulu hingga lima menit menjelang waktu normal berakhir, juara bertahan itu menunjukkan mental juara. Gol-gol dramatis Enzo Fernandez dan Lisandro Martinez pada penghujung pertandingan membuyarkan impian Inggris untuk tampil di final Piala Dunia pertama mereka sejak 1966.
Kemenangan ini memastikan La Albiceleste kembali melaju ke final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya dalam sejarah. Pada laga puncak yang akan digelar di New York New Jersey Stadium, Minggu mendatang, Argentina akan menghadapi Spanyol, yang sehari sebelumnya menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0.
Perjalanan Argentina Menuju Semifinal
Status Argentina sebagai juara bertahan kembali terbukti bukan sekadar label. Sepanjang perjalanan di Piala Dunia FIFA 2026, tim asuhan Lionel Scaloni tampil konsisten dan menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit dikalahkan.
Dipimpin kapten Lionel Messi, Argentina berhasil melewati fase gugur dengan penuh perjuangan. Pada babak perempat final, mereka dipaksa bekerja keras sebelum menyingkirkan Swiss melalui gol spektakuler Julian Alvarez pada babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Albiceleste untuk menghadapi Inggris di semifinal.
Menghadapi The Three Lions, Argentina kembali diuji. Namun seperti yang telah mereka tunjukkan sepanjang turnamen, pengalaman, kesabaran, dan kualitas individu para pemain menjadi pembeda di saat-saat krusial.
Laga semifinal mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang di panggung Piala Dunia. Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung ketat dengan tempo tinggi dan tensi yang begitu terasa.
Kedua tim tampil disiplin sehingga peluang bersih sulit tercipta sepanjang babak pertama. Inggris baru memberikan ancaman serius pada menit ke-33 ketika sundulan John Stones memanfaatkan tendangan bebas Declan Rice masih melebar tipis dari gawang Emiliano Martinez.
Argentina merespons melalui tembakan keras Enzo Fernandez, namun bola juga belum menemui sasaran.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Argentina langsung meningkatkan intensitas serangan. Julian Alvarez hampir membawa Albiceleste unggul setelah berhasil melewati Djed Spence, tetapi penyelamatan gemilang Jordan Pickford menggagalkan peluang tersebut.
Justru Inggris yang berhasil memecah kebuntuan.
Pada menit ke-55, Morgan Rogers mengirim umpan silang mendatar yang sempurna dari sisi kanan. Anthony Gordon, yang berdiri bebas di tiang jauh, sukses mengarahkan bola melewati Emiliano Martinez dan membawa Inggris unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Inggris semakin percaya diri, sementara Argentina dipaksa bermain lebih menyerang.
Mental Juara Albiceleste
Tertinggal satu gol tidak membuat Argentina kehilangan arah permainan.
Lionel Scaloni melakukan sejumlah pergantian pemain yang membuat serangan Albiceleste semakin hidup. Nico Gonzalez hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan yang masih mampu ditepis Pickford, sedangkan tandukan Alexis Mac Allister hanya membentur tiang gawang.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85.
Berawal dari skema tendangan sudut pendek, Lionel Messi mengirim umpan kepada Enzo Fernandez, yang kemudian melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang tanpa mampu dijangkau Pickford.
Gol tersebut membakar semangat para pemain Argentina sekaligus membungkam pendukung Inggris.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina kembali menghukum lawannya.
Pada masa injury time, tendangan Alexis Mac Allister kembali membentur tiang. Namun bola liar berhasil dikuasai Messi yang dengan tenang mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Lisandro Martinez yang datang tanpa kawalan langsung menyambar bola untuk mengubah skor menjadi 2-1 pada menit ke-90+2.
Gol tersebut memastikan kebangkitan dramatis Argentina sekaligus mengakhiri perjuangan Inggris.
Meski tidak mencetak gol, Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin tim. Dua assist yang ia ciptakan menjadi kunci kemenangan Argentina.
Penampilan gemilang kapten Albiceleste itu membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match.
Pada usia 39 tahun 21 hari, Messi juga mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang pernah tampil di semifinal Piala Dunia. Ia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Fritz Walter dan Gunnar Gren, yang sama-sama berusia 37 tahun 236 hari ketika tampil pada semifinal Piala Dunia 1958.
Di kubu Inggris, Harry Kane juga menorehkan sejarah dengan mencatat penampilan internasional ke-121, menjadikannya pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Timnas Inggris.
Pertandingan ini juga mencatat rekor lain, yakni terdapat tujuh pemain berusia 32 tahun atau lebih di antara 22 pemain starter, menjadi jumlah terbanyak dalam sejarah semifinal Piala Dunia.
Keberhasilan menyingkirkan Inggris memastikan Argentina kembali menjejak final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya. Kini, tantangan terbesar menanti Lionel Messi dan kolega saat menghadapi Spanyol dalam duel perebutan gelar juara dunia.
Pertemuan dua tim terbaik turnamen ini dipastikan menjadi laga yang dinantikan jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia. Argentina berpeluang mempertahankan mahkota juara yang diraih pada edisi sebelumnya, sementara Spanyol mengincar gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.
Hasil Pertandingan
Inggris 1-2 Argentina
Pencetak Gol:
- Inggris: Anthony Gordon (55′)
- Argentina: Enzo Fernandez (85′), Lisandro Martinez (90+2′)
Man of the Match: Lionel Messi (Argentina)






