Kampiunnews|Jakarta – Legenda Timnas Prancis, Christian Karembeu, mengenang perjalanan bersejarah Les Bleus saat menjuarai Piala Dunia 1998 sekaligus menyatakan keyakinannya bahwa Didier Deschamps mampu menutup karier kepelatihannya dengan mempersembahkan gelar dunia ketiga bagi Prancis di Piala Dunia FIFA 2026.
Dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, mantan gelandang yang mengoleksi 53 penampilan bersama Timnas Prancis itu mengenang berbagai momen tak terlupakan saat mengangkat trofi Piala Dunia di kandang sendiri. Salah satu kenangan yang paling membekas adalah ketika ia membawa sekitar 50 anggota keluarganya dari Kaledonia Baru untuk menyaksikan langsung perjuangan Les Bleus sepanjang turnamen.
“Bagi saya, kemenangan itu menjadi lebih istimewa karena bisa berbagi pengalaman bersama keluarga. Mereka tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga merasakan langsung atmosfer Piala Dunia di stadion, hotel tim, hingga pusat latihan di Clairefontaine,” ujar Karembeu.
Ia juga menceritakan kisah unik seusai final Piala Dunia 1998. Setelah Prancis mengalahkan Brasil 3-0, ibunya sempat menghilang selama beberapa jam di Saint-Denis. Keluarganya baru menemukan sang ibu setelah seorang pemilik kafe menghubungi Karembeu dan mengabarkan bahwa ibunya sedang berada di sana untuk mengisi daya telepon genggam.
Karembeu mengakui kegagalan Prancis lolos ke Piala Dunia 1994 menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya. Saat itu ia tidak dapat membantu tim karena menjalani hukuman skorsing. Menurutnya, kekalahan dari Israel dan Bulgaria menjadi pelajaran berharga yang kemudian dimanfaatkan pelatih Aimé Jacquet untuk membangun skuad yang sukses menjuarai Piala Dunia 1998.
Mantan gelandang Real Madrid tersebut juga menilai keberhasilan Prancis tidak terlepas dari keberagaman para pemainnya. Baginya, skuad Les Bleus saat itu menjadi representasi masyarakat Prancis yang multikultural dan mampu bersatu demi meraih prestasi tertinggi.
“Kami berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan yang sama. Keberagaman itulah yang menjadi kekuatan kami hingga mampu mempersembahkan gelar Piala Dunia pertama bagi Prancis,” katanya.
Berbicara mengenai Didier Deschamps, Karembeu menyebut mantan kapten Prancis itu sebagai sosok pemimpin alami yang telah menunjukkan kualitas kepemimpinannya sejak usia muda di Nantes.
“Didier sudah menjadi pemimpin sejak remaja. Ke mana pun dia pergi, baik sebagai pemain maupun pelatih, kesuksesan selalu mengikutinya. Saya berharap dia bisa mengakhiri masa baktinya bersama Timnas Prancis dengan mempersembahkan gelar Piala Dunia ketiga,” ujarnya.
Karembeu optimistis skuad Prancis saat ini memiliki kualitas untuk kembali menjadi juara dunia. Dengan materi pemain seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Désiré Doué, Rayan Cherki, dan sejumlah bintang muda lainnya, Les Bleus dinilai memiliki kekuatan yang mampu bersaing di level tertinggi.
Di akhir wawancara, Karembeu sempat melontarkan candaan ketika ditanya apakah dirinya masih sanggup bermain di bawah asuhan Deschamps.
“Tentu saya ingin bermain bersama tim ini. Namun saya rasa Didier tidak akan memanggil saya. Lagi pula, para pemain muda sekarang bermain dengan tempo yang jauh lebih cepat daripada generasi kami,” ujarnya sambil tertawa.
Prancis akan mengawali perjuangannya di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadapi Spanyol di Semi Final. Turnamen ini diproyeksikan menjadi kesempatan terakhir Didier Deschamps memimpin Les Bleus, sekaligus peluang untuk menambah koleksi gelar dunia Prancis menjadi tiga.






