Kampiunnews|Jakarta โ Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7). Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.
Presiden Prabowo tiba di Indonesia Arena sekitar pukul 14.15 WIB mengenakan kemeja safari cokelat muda, celana panjang hitam, dan peci hitam. Kehadirannya disambut hangat ribuan peserta yang memadati arena sembari menyanyikan lagu Dari Sabang sampai Merauke.
Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan optimismenya bahwa koperasi akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi nasional yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya petani, nelayan, pelaku UMKM, dan buruh.
“Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” tegas Presiden.
Menurut Prabowo, penguatan koperasi menjadi langkah strategis agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa. Ia menilai selama ini masih banyak kekayaan bangsa yang belum sepenuhnya kembali dinikmati rakyat.
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berpihak pada koperasi, tetapi juga terus mendukung seluruh pelaku ekonomi melalui konsep Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi antara koperasi, UMKM, sektor swasta, BUMN, dan BUMD.
“Kita tidak anti perusahaan besar. Indonesia adalah negara besar. Kita membutuhkan koperasi, UMKM, swasta, BUMN, dan BUMD. Kita membutuhkan semuanya,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa penguatan koperasi bukan berarti melemahkan sektor usaha lainnya.
“Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti memperlemah yang lain. Kita perkuat semuanya. Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan mampu memperkuat seluruh kekuatan ekonomi nasional,” katanya.
Pada peringatan Harkopnas ke-79 ini juga resmi dimulai tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi berbasis desa dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi yang produktif.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa rangkaian Harkopnas juga akan ditandai dengan peletakan batu pertama renovasi gedung bersejarah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Gedung tersebut merupakan lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama pada 12 Juli 1947 yang kemudian melahirkan Hari Koperasi Nasional.
“Bangunan ini akan direnovasi bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi cagar budaya sekaligus pusat kegiatan perkoperasian, sehingga sejarah koperasi Indonesia tetap terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” ujar Ferry.
Peringatan Harkopnas ke-79 menjadi tonggak baru bagi penguatan gerakan koperasi nasional, sejalan dengan komitmen pemerintah menjadikan koperasi sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.






