Kampiunnews|Medan – Di sela-sela rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memanfaatkan kesempatan untuk melakukan bakatumu atau bertemu langsung dengan para tokoh dan diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menetap di Kota Medan, Rabu (1/7/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di salah satu restoran di Jalan Kapten Pattimura itu berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat nuansa kekeluargaan. Agenda tersebut terlaksana secara spontan di tengah kesibukan Christian Widodo mengikuti Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.
Kehadiran Wali Kota Kupang disambut antusias oleh para tokoh masyarakat NTT di Sumatera Utara. Momen bakatumu itu menjadi simbol kuatnya persaudaraan masyarakat NTT yang tetap terjalin erat meski berada jauh dari kampung halaman.
“Saya sangat bahagia dan bersyukur dapat bakatumu, bertemu serta bertatap muka langsung dengan bapak dan ibu tokoh-tokoh NTT yang telah berkiprah dan memberikan kontribusi di Kota Medan,” ujar Christian Widodo.
Dalam kesempatan tersebut, Christian juga memaparkan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Kupang yang tengah dijalankan. Salah satunya adalah penerapan Peraturan Wali Kota mengenai pembatasan jam operasional hiburan malam sebagai upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk membangun pemerintahan yang terbuka dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran demi perbaikan pelayanan publik.
“Kami di Pemerintah Kota Kupang terus berbenah dan membuka diri terhadap setiap masukan, kritik, maupun saran yang membangun dari seluruh masyarakat. Semua itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” kata Christian.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda NTT, Brigjen TNI Josafath MR Duka, menilai pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat NTT di perantauan.
Menurutnya, diaspora NTT merupakan aset yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui gagasan, jejaring, dan berbagai kontribusi positif.
“Kekompakan dan rasa persaudaraan warga NTT di mana pun berada harus terus dijaga. Itu adalah modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah dan generasi muda NTT,” ujarnya.
Sejumlah tokoh NTT yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Brigjen TNI Josafath MR Duka, Sarmento, Felix Giwa Djaha, Yohanis Wulang, Bob Solokana, serta tokoh perempuan NTT di Medan, Adolfina Koamesakh.
Turut hadir pula Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara, Devis Abuimau Karmoy, bersama Sekretaris Agustinus Lancang.
Dalam agenda tersebut, Wali Kota Kupang didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Asisten I Setda Kota Kupang Hengky G. Malelak, serta Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian Ronald Otta.
Pertemuan hangat di tengah pelaksanaan Rakernas APEKSI 2026 ini menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat NTT tetap terpelihara di mana pun berada. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dengan diaspora NTT dalam mendukung pembangunan daerah dan kemajuan Nusa Tenggara Timur.






