Kampiunnews | Bekasi – Turnamen Nusantara Open 2023, telah bergulir sejak 14 – 21 Desember 2023. Turnamen yang diikuti 11 tim Elit Pro Academy (EPA) Liga 1 dan 5 Akademi sepak bola terbaik di Indonesia. Pertandingan yang digelar di kompleks Garudayaksa Academy Football, Setu, Bekasi, sudah memasuki babak semi final yang akan saling bertemu Persija Jakarta U-17 vs Persib Bandung U-17 dan Bali United U-17 vs Bhayangkara FC U-17.
Turnamen Nusantara Open bekerjasama dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga Indonesia dan Elit Pro Academy (EPA).
PT. LIB telah menunjuk 21 wasit yang telah memenuhi kualifikasi sebagai pengadil di lapangan. Rinciannya adalah 19 wasit pria, 2 wasit wanita, keduanya berasal dari Padang dan Bengkulu.
Namun, ada satu nama wasit yang pernah memimpin kerasnya pertandingan di El Tari Memorial Cup (ETMC) asal NTT. Sosok wasit tersebut adalah Abdul Syukur Ramadhan, wasit dengan lisensi C1asal Asprov Provinsi NTT.
Bagi insan bola di NTT, nama Abdul Syukur Ramadhan sudah tidak asing lagi. Ketegasannya sebagai pengadil di lapangan hijau tidak perlu diragukan. Tak segan menghukum pemain dengan kartu kuning, bahkan kartu merah, membuat dia dijuluki “Raja Tega”. Namanya tercatat dalam perangkat pertandingan yang dipilih PT. LIB sebagai wasit yang bertugas di Nusantara Open 2023.
Kehadiran Abdul Syukur Ramadhan di ajang Nusantara Open tidak terlepas dari sosok Fary Djemi Francis, Ketua Panitia Nusantara Open 2023.
“Kita berikan kesempatan kepada anak -anak daerah untuk menambah jam terbang di tingkat nasional,” ujar Fary Francis dalam suatu kesempatan.

Dalam video yang beredar di Tik Tok, Syukur menyampaiakan terima kasih dan apresiasinya kepada Ketua Panitia Nusantara Open, Fary Francis dan Ketua Asprov PSSI NTT yang telah memberikan kesempatan baginya untuk memimpin pertandingan di level nasional.
Abdul Syukur Ramadhan sendiri pernah memimpin turnamen Liga Pelajar di Tangerang, tepatnya pada tahun 2019.
Sejak berlangsungnya Nusantara Open dari babak penyisihan hingga babak 8 besar, wasit asa Kota Kupang ini sudah mendapat penugasan dua kali sebagai wasit cadangan dan dua kali sebagai wasit utama.
Syukur begitu pria kelahiran Larantuka, 17 Juli 1982 sudah menjalankan peugasan sebagai wasit utama sebanyak dua kali. Kesempatan pertama didapatkan saat laga antara Rans Nusantara FC vs Borneo FC ( 15/12), dan Rans Nusantara FC vs Arema FC (16/12).
Pada babak 8 besar, Syukur kembali dipercaya sebagai wasit cadangan pada laga antara Persis Solo vs Persija Jakarta.
Statistik kepemimpinannya selama memimpin laga Nusantara Open pun cukup untuk dirinya mendapat kesempatan memimpin partai krusial di semi final atau final Nusantara Open.
Turnamen Nusantara Open merupakan kali pertama bagi Syukur berkiprah di ajang nasional, usai dirinya menyelesaikan kursus lisensi C1 di Kalimantan.
“Saya amat sangat beruntung, bisa bergabung dengan perangkat pertandingan yang ditugaskan oleh PT. LIB. Semua ini tidak lepas dari peran Pak Fary Francis yang terus mendorong putra daerah berperan di tingkat nasional. Pengalaman ini akan saya bagikan kepada wasit di NTT,” ujar Syukur di kompleks Garudayaksa Academy Football, Setu, Bekasi.






