Kampiunnews I Jakarta – Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Tulus Abadi
menjelaskan, pihaknya akan membuka tol-tol fungsional yang selama ini belum
dioperasikan. Ada sekitar 6 ruas tol fungsional yang akan dibuka khususnya di
Jawa.
“Ada 6 ruas fungsional itu termasuk di Aceh, Sumatera. Khusus di Jawa yang
kita sudah buka itu Solo-Jogja hingga YIA. Tahun kemarin dibuka 23 km. Tahun
ini ditambah, dan lebih panjang. Dibuka mulai jam 6 pagi hingga jam 5 sore.
Setelah itu ditutup,” jelas Tulus dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9)
dengan tema ‘193,6 Juta Orang Mudik, Bagaimana Antisipasi Pemerintah?’,
Senin (25/03).
Walau seperti tol operasional pada umumnya, BPJT menjamin, tol-tol
fungsional ini sudah layak digunakan selama mudik lebaran. Fasilitas
pendukung dan tingkat safety tol juga sudah terpenuhi dengan baik. Sehingga
masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan jalan tol fungsional untuk
mudik lebaran.
“Kita juga sudah sosialisasikan ke BUJT agar menghentikan pembangunan
selama mudik lebaran sehingga bebas dari alat-alat berat dan penumpukan
material di ruas jalan tol,” jelasnya.
Selain persiapan tol fungsional, BPJT juga lakukan perbaikan pengaturan sistem
rest area untuk kelancaran arus mudik dan arus balik, terutama potensi
kemacetan di ruas tol. Menurutnya, salah satu penyebab kemacetan tol ada di
penggunaan rest area. Hal itu yang menjadi fokus BPJT untuk mengatur rest
area agar tidak menjadi penyebab kemacetan lalu lintas.
“Kita sudah sosialisasikan ke pengelola rest area hendaknya pemudik tidak
berlama-lama saat di rest area. Kita nanti akan batasi paling lama 30 menit
supaya tidak terjadi penumpukan,” katanya.
Pihaknya juga telah melakukan antisipasi agar pengemudi juga tidak
berlama-lama di rest area, yakni dengan menambah toilet portable supaya
tidak terjadi antrian panjang. Selain itu, BPJT juga mengimbau kepada pemilik
restoran atau tenant di rest area agar melakukan pelayanan yang cepat dan
kalau bisa memberlakukan pesan makanan take away atau dibungkus.
“Nanti rest area yang penuh akan kita kunci. Kita berlakukan sistem tutup buka
agar ketika rest area ini sudah penuh, maka pemudik bisa menggunakan rest
area setelahnya. Hal itu juga dimaksudkan agar pengemudi tidak parkir di bahu
jalan di dekat rest area,” imbuhnya.
Himbauan bagi Pemudik
Hal yang tak kalah penting lainnya yang perlu diantisipasi untuk menghindari
kemacetan adalah kecukupan saldo tol. BPJT mencatat, pada mudik Nataru
kemarin, ada sekitar 28 ribu pengemudi yang mengalami ketidakcukupan saldo
tol.
“Kita imbau dengan tegas, BPJT untuk menginformasikan kecukupan saldo bagi
pengguna jalan tol. Kecukupan saldo ini belum terinformasi dengan baik. Sudah
ada kenaikan tarif di beberapa ruas. Misalnya di Cikampek. Dari biasanya gol 1,
Rp20 ribu, sekarang Rp27 ribu. Maka hendaknya, kecukupan saldonya
ditambah 30-40 persen dari tahun lalu,” jelasnya.
Namun demikian, BPJT juga mengimbau agar masyarakat turut
mempertimbangkan untuk menggunakan jalan arteri sebagai alternatif
khususnya di puncak arus mudik. Tujuannya agar tidak terjadi kepadatan dan
penumpukan di jalan tol sehingga bisa mudik dengan nyaman.
Selain faktor kenyamanan, BPJT juga menekankan agar masyarakat
memperhatikan faktor keselamatan, di antaranya kelayakan kendaraan dan
kondisi pengemudi.
“Sebab, berdasarkan data yang dikantongi BPJT, kecelakaan di jalan tol
didominasi oleh sopir yang mengantuk, lelah, dan ban pecah,” ungkapannya.
Selain itu, BPJT juga mengimbau agar pemudik mewaspadai cuaca ekstrem dan
fenomena aqua planning, yakni suatu kondisi di mana mobil seolah melayang
karena ban tidak mampu menggigit permukaan jalan.
Oleh karena itu, dia mengimbau agar pemudik harus benar-benar memastikan
kondisi seluruh kendaraan, termasuk kondisi ban harus benar-benar layak
digunakan.
Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di kanal youtube FMB9ID_IKP.
Nantikan update fakta bicara dari lingkar pertama di FMB9ID_ (Twitter),
FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook).






