Kampiunnews|Jakarta – Sebanyak 1.773 peserta dari berbagai kementerian/lembaga, termasuk Kementerian Sekretariat Negara, mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan.
Upacara pembukaan digelar di Halim Perdanakusuma pada Rabu (22/4/2026) dan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas), Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembentukan Komcad dari unsur ASN merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan semesta. Di tengah dinamika ancaman global yang semakin kompleks, Komcad menjadi elemen penting sebagai kekuatan pendukung bagi komponen utama pertahanan negara.
“Komponen cadangan bukan hanya pelengkap, tetapi bagian integral dari strategi pertahanan nasional yang mampu memperkuat ketahanan negara secara menyeluruh,” ujar Menhan dalam amanat yang dibacakan Kabacadnas.
Secara konseptual, Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang terdiri dari warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang telah dipersiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama, yaitu TNI. Kehadiran Komcad menjadi penting dalam menciptakan sistem pertahanan yang tangguh, fleksibel, dan adaptif terhadap berbagai potensi ancaman, baik militer maupun nonmiliter.
Bagi ASN, keikutsertaan dalam program Komcad memberikan berbagai manfaat strategis. Selain meningkatkan kedisiplinan dan ketahanan fisik, program ini juga membentuk karakter kepemimpinan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat bela negara. Nilai-nilai tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kinerja dan etos kerja ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Dalam konteks tersebut, peran Kabacadnas menjadi krusial dalam memastikan pembinaan dan kesiapan Komcad berjalan optimal. Letjen TNI Gabriel Lema dikenal memiliki rekam jejak panjang di lingkungan TNI, khususnya dalam bidang perencanaan strategis dan pengembangan sumber daya pertahanan. Pengalamannya di berbagai posisi komando dan staf menjadi modal kuat dalam membangun sistem Komcad yang modern, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Di bawah kepemimpinannya, penguatan Komcad tidak hanya difokuskan pada aspek militer dasar, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program, yakni menciptakan sumber daya manusia yang siap bela negara tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai ASN.
Kabacadnas menegaskan bahwa program Latsarmil ini bersifat sukarela dan bukan wajib militer.
“Ini bukan wajib militer, tetapi panggilan pengabdian. Kita ingin membangun semangat kebersamaan, karakter, dan mental yang kuat agar para ASN memiliki etos kerja yang lebih baik saat kembali ke instansinya masing-masing,” ujarnya usai pembukaan.
Latihan dasar militer Komcad ASN ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan dan ditargetkan berakhir pada 5 Juni 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan ditetapkan sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara.
Menurut Gabriel Lema, jumlah peserta pada gelombang pertama memang belum mencapai target awal sebanyak 2.000 orang. Namun, kekurangan tersebut akan dilengkapi melalui gelombang kedua guna memenuhi target total 4.000 ASN yang akan dibentuk menjadi Komcad sepanjang tahun ini.
“Gelombang pertama belum memenuhi 2.000, tetapi ini nanti akan kita lengkapi di gelombang kedua,” ujar Jenderal kelahiran NTT.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat Komponen Cadangan sebagai pilar pendukung pertahanan negara. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan nasional melalui SDM yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat bela negara, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas.






