Kampiunnews | Kupang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang resmi menetapkan dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 dalam Rapat Pleno Terbuka pada Kamis, 9 Januari 2025. Pasangan yang dikenal dengan nama Paket C’San ini diusung oleh Partai PSI dan Partai GERINDRA, serta berhasil memperoleh 68.830 suara atau 36,39% dari total suara.
Ketua KPU Kota Kupang, Ismail Manoe, menjelaskan bahwa penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil penghitungan suara sesuai Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2024, yang menjadi tahap akhir dari Pilkada Kota Kupang 2024-2029.
Hasil penghitungan suara menunjukkan perolehan suara masing-masing pasangan calon sebagai berikut:
- Paket Asyik (Aleks Funay – Isyhak Nuka): 13.863 suara (7,33%)
- Paket Sahabat (Jonas Salean – Alo Sukardan): 41.300 suara (21,83%)
- Paket GACOR (George Hadjoh – Ewalde Taek): 15.084 suara (7,97%)
- Paket GAS (Jefry Riwu Kore – Adinda Nurak Lebu Raya): 50.093 suara (26,48%)
- Paket C’San (dr. Christian Widodo – Serena Francis): 68.830 suara (36,39%)
Fokus 100 Hari Kerja: Sampah dan Penataan Birokrasi
Setelah ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis mengumumkan rencana kerja mereka untuk 100 hari pertama. Fokus utama mereka adalah menyelesaikan masalah sampah dan melakukan penataan birokrasi.
“Program prioritas kami berdua dalam 100 hari pertama adalah menyelesaikan masalah sampah. Penanganan ini mencakup sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik dapat diolah menjadi bahan seperti bata, sedangkan sampah organik akan diolah menjadi kompos. Kami juga akan melakukan studi banding untuk mencari solusi terbaik,” ujar dr. Christian Widodo.
Christian menyoroti kondisi TPA Alak, yang saat ini masih menggunakan sistem open dumping yang tidak layak. Sistem ini menyebabkan polusi bau dan risiko kebakaran. “Ke depan, kami akan mengelola TPA dengan sistem Control Sanitary Landfill, yaitu memendam sampah dalam tanah, agar masalah ini dapat diatasi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Mereka juga menyatakan bahwa langkah ini mungkin tidak sepenuhnya selesai dalam 100 hari, namun langkah awal yang signifikan akan dimulai dalam periode tersebut.
Penataan Birokrasi
Serena Cosgrova Francis menegaskan komitmen mereka terhadap penataan birokrasi, terutama dalam pengisian jabatan yang kosong.
“Kami akan menjunjung tinggi prinsip memilih individu yang berkualitas dan kompeten berdasarkan rekam jejak yang dimiliki. Pendekatan the right man on the right place akan diterapkan melalui uji kompetensi yang mengedepankan kemampuan, tanpa mempertimbangkan faktor like and dislike ataupun balas jasa dan balas dendam,” ungkapnya.
Proses pengisian jabatan ini, yang menjadi tanggung jawab Serena, diperkirakan berlangsung hingga enam bulan setelah pelantikan, atau lebih cepat jika mendapat persetujuan dari Mendagri.
Ajak Semua Pihak Bersatu
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis mengajak semua pihak untuk menyudahi perbedaan politik dan fokus pada pembangunan Kota Kupang.
“Kami berdua akan berperan bukan sebagai pemerintahan yang memerintah, tetapi melayani, ‘to govern is to serve.’ Namun, dalam mencapai tujuan, kami akan bersikap tegas. Kami akan lembut dalam cara, yakni komunikatif dan responsif, tetapi tegas pada tujuan, agar visi dan misi untuk mensejahterakan masyarakat Kota Kupang dapat tercapai,” tegas Christian.
Mereka juga menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
“Kita semua harus bersatu dan bergerak bersama. Jika Anda ingin bergerak cepat, bergeraklah sendiri, tetapi jika Anda ingin bergerak jauh, maka bergeraklah bersama,” ungkap Christian, yang merupakan alumni SDK Donbosco Kupang.
Pasangan milenial ini optimis bahwa kerja sama lintas sektor dapat membawa perubahan signifikan untuk Kota Kupang yang lebih baik.






