Kampiunnews | Jakarta – Kongres Biasa PSSI 2025 yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk perubahan fundamental pada Statuta PSSI. Salah satu poin utama adalah penguatan peran daerah dalam pembangunan sepak bola nasional yang lebih merata.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa statuta terbaru ini memperkuat posisi Asosiasi Provinsi (Asprov), sementara Askot dan Askab akan ditunjuk langsung oleh Asprov untuk memastikan sinkronisasi pembinaan dan infrastruktur di tingkat lokal.
“Sepak bola nasional kini tidak bisa hanya bergantung pada pusat. Justru kekuatannya harus berasal dari daerah,” ujar Erick dalam keterangannya usai kongres.
Ia mencontohkan pentingnya fleksibilitas dan konsolidasi antardaerah. Dalam pelaksanaan Liga 4, misalnya, klub-klub dari berbagai kabupaten/kota bisa digabungkan dalam satu zona agar tetap bisa berkompetisi. Skema ini memungkinkan kelanjutan ke Liga 3, menciptakan sistem kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
Erick juga menyoroti fleksibilitas geografis sebagai faktor krusial, terutama di wilayah dengan akses sulit seperti Kalimantan. Dengan sistem baru, penyesuaian wilayah kompetisi dapat dilakukan berdasarkan efisiensi jarak dan biaya, tanpa mengorbankan kesempatan bermain klub-klub di daerah.
“Kita punya 17.000 pulau. Zonasi yang kaku hanya akan menyulitkan. Dengan kekuatan regulasi lokal seperti Permendagri, Bupati Cup, hingga Gubernur Cup, APBD bisa ikut menopang program sepak bola daerah,” tegas Erick.
Ia menambahkan bahwa walaupun anggaran PSSI saat ini merupakan yang terbesar dalam sejarah, tetap tidak cukup untuk membiayai seluruh sektor seperti futsal dan sepak bola pantai. Karena itu, distribusi pembangunan harus adil dan berbasis daerah.
Empat agenda utama dalam Kongres Biasa PSSI 2025 meliputi:
- Laporan kegiatan PSSI 2024/2025 dan rencana program kerja 2025/2026.
- Laporan keuangan 2024 dan rencana anggaran 2025.
- Pengesahan perubahan keanggotaan (penerimaan, pemberhentian, nama, dan domisili).
- Pengesahan Statuta PSSI edisi 2025.
Pelaksanaan kongres sempat mengalami penundaan setelah Erick Thohir dipanggil oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Informasi ini dikonfirmasi oleh Gusti Randa, Direktur Utama PSS Sleman.
Sebelumnya, Erick sempat membuka secara resmi Kongres pada pukul 13.30 WIB dan menyampaikan pidato di hadapan 92 delegasi, termasuk klub Liga 1, Liga 2, Liga 3, Asprov, serta perwakilan NOC Indonesia, KONI, AFC, dan FIFA. Ia juga memimpin prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya agenda kongres.
Namun tak lama setelah pembukaan, kegiatan dihentikan sementara. Awak media diminta keluar ruangan, dan belakangan terungkap bahwa Erick harus segera menghadiri panggilan Presiden di Istana Negara.
“Tadi Pak Erick dipanggil Presiden setelah pembukaan Kongres,” ujar Gusti Randa.
Ia menyebut Erick dijadwalkan kembali ke kongres pada pukul 16.00 WIB, dan memastikan bahwa agenda akan tetap dilanjutkan di hari yang sama.
Kongres ini menjadi tonggak penting dalam reformasi kelembagaan dan tata kelola sepak bola Indonesia yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis kekuatan daerah.






