Kampiunnews | Jakarta – Tim Nasional Indonesia menghadapi tantangan berat jelang lanjutan Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tanpa kehadiran striker utamanya, Ole Romeny. Penyerang Oxford United tersebut dipastikan absen setelah mengalami cedera serius dalam laga pramusim Piala Presiden 2025.
Cedera tersebut terjadi saat Romeny memperkuat Oxford United menghadapi Arema FC dalam pertandingan kedua Grup A yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. Insiden benturan dengan gelandang Arema, Paulinho, membuat Romeny harus naik meja operasi dan menjalani masa pemulihan panjang.
“Kehilangan Ole tentu menjadi pukulan bagi tim, apalagi menjelang FIFA Matchday September melawan Lebanon dan Kuwait, serta laga penting melawan Arab Saudi pada 8 Oktober di Putaran Keempat nanti,” ujar Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, kepada media usai pengundian grup.
Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Arab Saudi dan Irak untuk putaran keempat yang digelar di Arab Saudi. Absennya Ole membuat tim pelatih dan PSSI bergerak cepat untuk mencari opsi pengganti, termasuk menyeleksi talenta keturunan yang tersedia di Eropa.
“Peluang untuk menambah pemain keturunan baru tetap terbuka. Namun kami tidak ingin asal ambil, kami butuh pemain dengan kualitas grade A. Ketua Umum PSSI, Bapak Erick Thohir, terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di luar negeri,” tambah Sumardji.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah striker muda, Jens Raven, yang tampil tajam bersama Timnas U-23 Indonesia. Raven mencetak enam gol saat Garuda Muda menang telak 8-0 atas Brunei Darussalam di laga pembuka Grup A ASEAN Cup U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (15/7).
Meski demikian, Sumardji menegaskan bahwa performa Raven akan terus dievaluasi, terutama di laga-laga berat berikutnya melawan Filipina (18 Juli) dan Malaysia (21 Juli). “Kita tidak bisa menilai hanya dari satu pertandingan. Filipina menang atas Malaysia, dan itu jadi indikator bahwa laga ke depan akan lebih ketat,” ucapnya.
Selain Raven, Timnas juga masih memiliki dua nama potensial di lini depan: Ramadhan Sananta dan Rafael Struick, yang sudah mengantongi caps bersama tim senior.
Sementara itu, PSSI juga tengah memproses naturalisasi Mauro Zijlstra, striker muda berusia 20 tahun yang bermain untuk FC Volendam di Eredivisie. Zijlstra sebelumnya tampil produktif bersama tim U-21 klubnya dengan catatan 17 gol dan tujuh assist dalam 21 laga. Ia diproyeksikan untuk memperkuat Timnas senior maupun U-23.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, optimistis bahwa Zijlstra bisa menambah kekuatan baru bagi Indonesia di lini serang. “Pemain muda seperti Mauro memiliki fleksibilitas untuk digunakan di beberapa kelompok umur. Ini investasi untuk masa depan sepak bola nasional,” ungkapnya.
Kendati dihantui absennya Romeny, tim pelatih yang dipimpin oleh Patrick Kluivert masih punya alternatif dalam menyusun game plan menghadapai lanjutan laga round 4. Dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, Timnas Indonesia diharapkan tetap kompetitif di fase lanjutan kualifikasi.






