Kampiunnews|Jakarta – Paguyuban Kerukunan Warga RW 010 (PKW 010), Kelurahan Penjaringan, mengembangkan inovasi berbasis masyarakat melalui program bank sampah sedekah yang menggabungkan pengelolaan lingkungan dengan kegiatan sosial kemanusiaan.
Program ini berfokus pada pengumpulan sampah non-organik seperti plastik, kaca, logam, kardus, serta minyak jelantah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang. Kegiatan penimbangan dilakukan rutin setiap bulan di Sekretariat RW 010, Jalan Sukarela, Penjaringan.
Ketua RW 010, H. Rakib, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi gerakan sosial berbasis gotong royong.
“Kami menyebutnya bank sedekah karena seluruh hasilnya kembali untuk membantu warga. Tidak ada sistem nasabah, semua berbasis keikhlasan,” ujarnya.
Hasil penjualan sampah yang telah dipilah, ditambah kontribusi rutin warga minimal Rp50 ribu per bulan, dikelola untuk kegiatan sosial. Dana tersebut digunakan antara lain untuk layanan kematian, bantuan bagi keluarga duka, santunan lansia, hingga dukungan bagi anak yatim.
PKW 010 juga menyediakan layanan ambulans gratis untuk pemakaman dalam kota, serta bantuan biaya bagi warga yang membutuhkan. Dalam beberapa tahun terakhir, program ini tercatat telah menyalurkan dana sosial lebih dari Rp70 juta tanpa mengalami defisit.
Ketua PKW 010, Junaedi, menambahkan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam pengelolaan program. Setiap kegiatan penimbangan dan distribusi dana dilaporkan secara terbuka, termasuk melalui dokumentasi video dan pelaporan ke instansi lingkungan hidup setempat.
Sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi, PKW 010 juga mulai memproduksi konten video vlog yang akan dipublikasikan melalui platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Konten ini berisi aktivitas harian, edukasi pengelolaan sampah, serta perjalanan terbentuknya program bank sedekah.
“Kami ingin masyarakat luas tahu bahwa pengelolaan sampah bisa memberi manfaat nyata, baik untuk lingkungan maupun sosial,” kata Rakib.
Ketua PKK RW 010, Suhartini, menegaskan bahwa program ini murni untuk kepentingan warga.
“Ini dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Tidak ada keuntungan pribadi, semua kembali untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Program ini turut mendapat dukungan dari unsur kelurahan, termasuk perwakilan Pokja 3 yang mendorong integrasi kegiatan seperti pengelolaan pangan, tanaman obat keluarga, hingga edukasi pemilahan sampah.
Melalui sinergi antara pengelolaan bank sampah dan semangat sedekah, RW 010 Penjaringan menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial secara berkelanjutan.






