Kampiunnews|Kota Batu – Warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dalam sepekan terakhir mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg atau yang akrab disebut “gas melon”. Di sejumlah toko kelontong dan agen langganan yang biasanya selalu memiliki stok, tabung gas bersubsidi itu mendadak kosong serentak.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Beberapa ibu rumah tangga mengaku harus berkeliling ke desa tetangga, namun hasilnya tetap nihil.
“Biasanya beli di warung depan rumah selalu ada. Sekarang sudah tiga hari kosong semua, sampai ke agen juga habis,” ujar salah satu warga, Senin (13/4/2026).
Kelangkaan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat gas melon merupakan kebutuhan pokok, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga dengan ekonomi menengah ke bawah.
Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Kota Batu bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Batu, Muhammad Chori, bersama Plt Kepala Diskumperindag Kota Batu, Dian Fachroni, turun langsung bersama tim untuk memantau kondisi di tingkat agen dan pangkalan.
Dari hasil pemantauan hari ini, Chori memastikan distribusi gas LPG 3 kg di wilayah Kota Batu, termasuk Desa Junrejo, sudah kembali normal.
“Kami cek ke beberapa agen dan pangkalan, stok sudah tersedia lagi. Tidak ada pengurangan kuota dari Pertamina untuk Kota Batu,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata.
“Pemkot Batu juga akan terus melakukan monitoring bersama pihak terkait untuk mencegah terjadinya kelangkaan serupa,” ujarnya.
Chori menambahkan, jika warga masih menemukan pangkalan yang kosong atau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dapat segera melapor ke Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu untuk ditindaklanjuti. (red_risma)






