Kampiunnews | Jakarta – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menggelar acara Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk periode 2025–2030 di Auditorium Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi titik temu masyarakat Kawanua, sahabat budaya, dan anak bangsa dari berbagai wilayah Jabodetabek. Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi wujud nyata komitmen KKK dalam memperkuat persatuan, mempererat persaudaraan, dan melestarikan budaya Minahasa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Pelantikan dan pengukuhan ini tidak hanya berfokus pada struktur organisasi, tetapi juga menegaskan semangat kolektif masyarakat Minahasa untuk terus berkontribusi bagi Indonesia. Filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou” dijadikan komitmen dasar KKK dalam seluruh aktivitasnya—hidup untuk memanusiakan sesama.
Ariasa Supit, selaku Panitia Pelantikan & Pengukuhan KKK, menegaskan bahwa acara ini bukan hanya seremoni administratif. “Ini adalah panggung budaya dan ikrar tanggung jawab luhur masyarakat Minahasa di perantauan. Pelantikan memberi kekuatan struktural, sementara pengukuhan adat memberikan kekuatan spiritual. Keduanya menjadikan kepemimpinan ini utuh, lahir dan batin,” ujarnya.
Angelica Tengker Kembali Nahkodai KKK
Angelica Tengker atau yang dikenal sebagai Ika Tengker kembali dipercaya memimpin DPP KKK periode 2025–2030. Putri mendiang tokoh Kawanua Benny Tengker ini merupakan tokoh pendidikan dan pemimpin Institut Bisnis dan Multimedia ASMI (IBM ASMI).
Kepemimpinan Angelica menjadi kelanjutan dari kepemimpinan sebelumnya yang sukses membawa KKK tumbuh dan solid sebagai wadah masyarakat Sulawesi Utara di perantauan. “DPP KKK 2025–2030 bukan sekadar pengurus, melainkan ‘Walian Zaman Ini’ yang harus memimpin dengan nurani, menjunjung budaya, dan berakar pada kearifan lokal,” tegas Angelica.
Dalam kepemimpinan periode ini, Angelica didampingi oleh sembilan Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal Michael R.O. Lakat, dan Bendahara Ariasa Supit, serta sejumlah Ketua Bidang. Susunan lengkap DPP juga melibatkan Dewan Pelindung, Dewan Kehormatan, Dewan Pengawas, Dewan Pembina, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.
Acara pelantikan dan pengukuhan dirancang sebagai pertemuan antara kearifan lokal dan semangat nasionalisme. Prosesi diawali dengan tayangan video keindahan alam Minahasa, dilanjutkan ibadah pelantikan, dan berbagai prosesi adat yang sarat filosofi:
Pembukaan Spiritual: Ibadah dan pelantikan diiringi lagu “Oh Minahasa” oleh Putri Bilanova.
Prosesi Adat Minahasa: Dimulai dengan Ketok Tambor 9X, dilanjutkan Luminga Palakat, Tiup Biak, Warezi U Lezas (pembersihan spiritual), Kabasaran (tarian perang leluhur), Prosesi Pataka (pembawaan bendera sebagai simbol tanggung jawab), dan Tari Lenso sebagai bagian dari pengukuhan.
Pada puncaknya, prosesi Kumaray dilaksanakan untuk menempatkan Ketua Umum di tempat kehormatan, disusul penyerahan Pataka oleh Ketua Dewan Kehormatan. Acara dilanjutkan dengan Tarian Maengket, doa oleh 9 Pakasaan, dan simbolisasi pertumbuhan melalui penanaman pohon Tawaang. Rangkaian ditutup dengan Sumasanti (pemberkatan spiritual), Ketok Tetengkoren oleh Ketua Umum dan jajaran pengurus, serta doa pengutusan dan lagu penutup “Opo Wananatas” dan “Jao-jao Tuhan So Pilih Pa Torang”.
Pelantikan ini juga dimeriahkan oleh penampilan para artis asal Sulawesi Utara, seperti Dirly Sompie, Ermy Kulit, Kezia Warouw, Jolene Marie Rotinsulu, Vonny Sumlang, dan lainnya. Bertindak sebagai MC adalah Mongol Stres dan Ronaldo Sambuaga.
Didirikan pada 21 Mei 1973 di Jakarta, Kerukunan Keluarga Kawanua hadir sebagai wadah persatuan masyarakat Minahasa yang merantau. Dengan falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”, KKK berkomitmen menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, dan memberi kontribusi bagi bangsa dan negara. KKK bukan hanya komunitas, tetapi kekuatan moral, budaya, dan sosial yang menghidupkan nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.






