Kampiunnews|Surabaya – Laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir imbang tanpa gol. Namun, bagi pelatih Patrick Kluivert, hasil akhir bukanlah satu-satunya tolok ukur.
Kluivert menilai timnya berhasil mengadopsi sistem permainan baru yang diterapkan dalam pertandingan ini. Dominasi Timnas Indonesia atas jalannya laga membuat sang pelatih puas dengan progres yang ditunjukkan skuad Garuda.
“Secara global kami mendominasi permainan, dari kanan ke kiri, dari depan ke belakang. Dan memiliki tindakan yang luar biasa, termasuk aksi individu para pemain,” ujar Kluivert dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Dalam laga ini, Timnas Indonesia memegang kendali penuh dengan penguasaan bola yang solid dan serangan yang bervariasi. Meski begitu, penyelesaian akhir masih menjadi catatan penting bagi Kluivert dan tim pelatih.
Eksperimen taktik yang dilakukan di laga ini dianggap berjalan baik. Para pemain mampu menerjemahkan instruksi pelatih dengan sangat baik di lapangan, meskipun gol yang ditunggu-tunggu tidak kunjung tercipta.
“Saya mengimplementasikan sistem baru, dan para pemain mengadopsinya dengan sangat bagus. Meski belum menang, proses ini sangat berharga untuk masa depan tim,” ungkap mantan penyerang Barcelona dan Ajax itu.
Meski hasil imbang bukan yang diharapkan, Kluivert mengajak semua pihak untuk menerima dengan lapang dada. Ia menegaskan bahwa ujian sesungguhnya akan datang di taktik
pada Oktober mendatang.
“Sayangnya kami tidak bisa menang. Tapi proses ini yang terpenting. Semua kemungkinan bisa terjadi dalam sepak bola,” tutup Kluivert.






