Kampiunnews|Jakarta – Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) bersama Yayasan suRCI menginisiasi program pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi para pemulung yang berdomisili di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan berlangsung di lapak pemulung milik Enok Yuni, RT 04/RW 010 Penjaringan, pada Jumat (3/10/2025).
Ketua Ikatan Pemulung Indonesia Komcat IPI Penjaringan, Hamzah, mengatakan bahwa program ini bertujuan melindungi para pemulung dari risiko kerja yang tinggi sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka dan keluarganya.
“Para pemulung bekerja dengan risiko keselamatan yang tinggi. Melalui kepemilikan kartu BPJS Ketenagakerjaan, mereka mendapat perlindungan bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika peserta meninggal dunia, ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Hamzah.
Enok Yuni, selaku Sekretaris IPI Komcat Penjaringan sekaligus koordinator lapak rongsokan, menjelaskan mekanisme bagi pemulung yang ingin memperoleh kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui program kerja sama IPI dan Yayasan suRCI.
Menurut Enok, calon peserta perlu:
- Menyerahkan fotokopi KTP dan KK untuk keperluan administrasi keanggotaan IPI.
- Menyetorkan hasil pengumpulan barang rongsokan setiap hari ke lapak yang telah ditentukan oleh Komcat IPI Penjaringan.
- Hasil timbangan akan dicatat setiap bulan dan dinilai berdasarkan target pengumpulan minimal 50 kilogram plastik.
“Bagi pemulung yang mampu memenuhi target tersebut, kami akan memberikan bonus voucher belanja senilai Rp100 ribu yang bisa digunakan di Alfamart,” tambah Enok.
Ia menegaskan bahwa harga barang rongsokan di lapak tetap mengikuti harga pasar tanpa potongan apa pun dari pengepul.
Program kerja sama antara IPI dan Yayasan suRCI ini juga memberikan fasilitas pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan secara gratis selama satu tahun bagi para anggota.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan para pemulung. Harapannya, mereka bisa bekerja lebih tenang dan sejahtera,” ujar Hamzah.
Ke depan, Hamzah berharap seluruh anggota dan pengurus IPI dapat bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri.
“Kalau kita bersatu dan saling mendukung, kita bisa mencapai kesetaraan hidup yang layak dan bahagia,” tutupnya.






