Kampiunnews|Lampung – Pergerakan arus balik Lebaran 2026/Idulfitri 1447 Hijriah mulai terlihat di Pelabuhan Bakauheni. Memasuki H+2, peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang kembali ke Pulau Jawa menjadi indikator awal puncak arus balik yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju wilayah Jawa usai Lebaran mulai menunjukkan peningkatan pada Senin.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan bahwa sejak Minggu (22/3) hingga Senin sore trafik di pelabuhan terpantau mulai ramai, baik penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.
Meski terjadi lonjakan, layanan penyeberangan tetap berlangsung lancar, tertib, dan terkendali berkat kesiapan operasional yang matang serta koordinasi lintas stakeholder.
“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam, tercatat 146 trip kapal dengan total penumpang mencapai 51.751 orang atau meningkat 30,5% dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik signifikan 45,3%.
“Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4%, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9%. Sementara itu, kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6%, serta bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7 persen,” jelasnya.
Ia juga memastikan operasional berjalan optimal dengan skenario pengendalian yang adaptif. Skema pengalihan kendaraan pada arus balik telah mulai diterapkan, di mana arus menuju Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.
Sementara itu, untuk kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone maupun sejumlah rest area tol guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan layanan dermaga dilakukan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan, guna menjaga distribusi tetap merata serta ritme layanan tetap stabil di tengah peningkatan volume arus balik.






