Kampiunnews|Makasar – Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap ekonomi biru, keselamatan pelayaran, transformasi digital pelabuhan, dan geopolitik maritim, praktisi pelayaran nasional Capt. Sorindra menghadirkan sebuah karya strategis bertajuk Nautika dan Masa Depan Maritim Indonesia.
Buku setebal sekitar 250 halaman itu digadang-gadang menjadi salah satu referensi penting dalam pengembangan literasi kemaritiman nasional. Tidak sekadar membahas teori nautika, karya tersebut memadukan pengalaman lapangan, regulasi internasional, dinamika industri pelayaran modern, hingga refleksi mendalam mengenai masa depan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.
Ditulis langsung oleh Capt. Sorindra yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Kesyahbandaran KUPP Kelas I Molawe, Sulawesi Tenggara, buku ini menghadirkan perspektif autentik dari dunia pelayaran nasional mulai dari geladak kapal hingga ruang kebijakan negara.
“Indonesia adalah poros maritim dunia. Masa depannya dimulai dari laut yang kita kelola hari ini,” tulis Capt. Sorindra dalam salah satu bagian bukunya.
Melalui prolog berjudul Indonesia dan Takdir Laut, pembaca diajak memahami bahwa laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan fondasi peradaban, jalur ekonomi nasional, dan penentu masa depan bangsa.
Buku Nautika dan Masa Depan Maritim Indonesia dibagi dalam enam pembahasan besar yang mengulas berbagai isu strategis sektor kemaritiman, antara lain sejarah maritim Nusantara, ilmu nautika modern, teknologi navigasi, keselamatan pelayaran dan standar internasional IMO, transformasi digital pelabuhan menuju smart port, hingga tantangan illegal fishing dan keamanan laut.
Tidak hanya itu, Capt. Sorindra juga mengulas revolusi teknologi maritim berbasis kecerdasan buatan (AI) dan perkembangan autonomous ship yang diprediksi akan mengubah industri pelayaran global di masa depan.
Mengangkat pengalaman nyata seorang syahbandar di lapangan, buku ini juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi maritim, peningkatan profesionalisme pelaut, serta pembangunan sumber daya manusia kelautan sebagai bagian penting menjaga kedaulatan nasional.
“Keselamatan pelayaran bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari menjaga kehormatan bangsa maritim,” tegas Capt. Sorindra.
Dalam bukunya, ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan maritim dunia apabila mampu memperkuat sistem logistik nasional, mempercepat modernisasi pelabuhan, serta menjaga integritas tata kelola laut.
“Pelaut bukan hanya penggerak kapal, tetapi penjaga jalur ekonomi dan kedaulatan negara di laut,” tulisnya.
Keunggulan utama buku ini terletak pada pendekatan praktis dan aplikatif. Pembaca tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai nautika dan regulasi internasional, tetapi juga disuguhi kisah nyata, studi kasus lapangan, serta pengalaman langsung dari dunia kesyahbandaran dan inspeksi kapal.
Buku tersebut dirancang menjadi referensi penting bagi taruna dan mahasiswa kemaritiman, pelaut dan praktisi pelayaran, akademisi, peneliti, pengambil kebijakan sektor maritim, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap masa depan laut Indonesia.
Menurut Capt. Indra, pada tahap penerbitan awal buku ini akan dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dan didistribusikan secara luas kepada pelaku dunia kesyahbandaran, kementerian dan lembaga sektor kelautan, perguruan tinggi pelayaran, hingga kampus umum yang memiliki perhatian terhadap ekonomi maritim nasional.
Distribusi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas literasi kemaritiman serta mendorong lahirnya diskusi akademik dan kebijakan yang lebih serius mengenai masa depan laut Indonesia.
“Buku ini saya harapkan tidak hanya dibaca di lingkungan pelayaran, tetapi juga menjadi bahan refleksi nasional tentang bagaimana Indonesia memandang laut sebagai kekuatan strategis bangsa,” ujar Capt. Indra.
Sampul buku menampilkan ilustrasi kapal kontainer, aktivitas bongkar muat peti kemas, dan suasana pelabuhan modern yang merepresentasikan transformasi sektor maritim Indonesia menuju era globalisasi dan teknologi.
Saat ini buku masih memasuki tahap akhir penyempurnaan tata letak dan editorial sebelum resmi diterbitkan dalam waktu dekat.
“Saya ingin buku ini menjadi kontribusi kecil bagi generasi muda maritim Indonesia agar semakin mencintai laut dan memahami bahwa masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh cara kita mengelola laut,” ujar Capt. Sorindra dari Jakarta.
Melalui kehadiran Nautika dan Masa Depan Maritim Indonesia, Capt. Sorindra berharap lahir kesadaran baru bahwa laut bukan halaman belakang Indonesia, melainkan pusat peradaban, ekonomi, dan masa depan bangsa.






