Kampiunnews|Surabaya โ Persebaya Surabaya sukses membuka kiprahnya di Grup B Piala Presiden 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7) malam WIB. Pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi tersebut sekaligus menjadi debut resmi Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta.
Meski hanya berstatus turnamen pramusim, duel dua tim besar Indonesia itu berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Intensitas permainan yang tinggi, duel keras antarpemain, hingga drama di penghujung laga membuat pertandingan terasa layaknya laga kompetisi resmi.
Persebaya akhirnya mengamankan tiga poin berkat gol bunuh diri bek Persija, Radovan Pankov, pada menit ke-63. Sementara itu, Persija harus menerima kekalahan perdana di era Shin Tae-yong, meski secara permainan menunjukkan banyak perkembangan positif.
Persija tampil agresif sejak menit-menit awal. Peluang emas pertama hadir pada menit ke-9 melalui Victor Dethan. Namun tendangan mantan pemain PSM Makassar itu masih mampu digagalkan kiper Persebaya, Ernando Ari.
Macan Kemayoran beberapa kali membangun serangan berbahaya melalui kedua sisi sayap, sedangkan Persebaya lebih mengandalkan tembakan jarak jauh. Ricky Pratama dan Miguel Pereira sempat mengancam gawang Persija, tetapi belum mampu mengubah papan skor hingga turun minum.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-63. Berawal dari kesalahan umpan Radovan Pankov kepada kiper Agil Savik, bola justru meluncur masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat Persebaya unggul 1-0.
Setelah gol tercipta, tensi pertandingan semakin meningkat. Shin Tae-yong memasukkan Pratama Arhan guna meningkatkan agresivitas serangan dari sisi kiri. Di sisi lain, Persebaya memperkuat lini tengah dengan memasukkan Gledson Paixao serta memberikan kesempatan bermain kepada Ramadhan Sananta.
Pada masa injury time, Persebaya hampir menggandakan keunggulan. Yann Mabella melepaskan tembakan yang masih melambung, sementara umpan matangnya kepada Ramadhan Sananta gagal dikonversi menjadi gol.
Persija sebenarnya sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-90+5 melalui sundulan Denis Kolinger. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside setelah melalui pengamatan asisten wasit. Skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya pun bertahan hingga laga berakhir.
Debut Shin Tae-yong Sarat Catatan Positif
Walaupun mengawali kiprah di Persija dengan kekalahan, Shin Tae-yong meninggalkan sejumlah catatan yang cukup menjanjikan.
Pelatih asal Korea Selatan itu membuat kejutan dengan menurunkan sejumlah pemain muda sejak menit pertama. Figo Dennis (20 tahun), yang musim lalu dipinjamkan ke PSS Sleman, dipercaya tampil sebagai starter. Selain itu, Agi Firmansyah (21 tahun) juga mendapat kesempatan mengisi sektor sayap kanan.
Keputusan tersebut menunjukkan komitmen Shin Tae-yong dalam memberikan ruang bagi talenta muda, meski Persija kini memiliki skuad mewah dengan kuota penuh 11 pemain asing.
Selama ini Shin Tae-yong kerap mendapat label sebagai pelatih dengan pendekatan pragmatis ketika menangani Timnas Indonesia. Namun pada laga debutnya bersama Persija, ia justru memperlihatkan filosofi permainan yang lebih menyerang.
Persija tampil dominan dalam penguasaan bola, membangun serangan melalui sirkulasi bola yang rapi, serta memiliki organisasi pertahanan yang cukup solid. Kendati demikian, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.
Selain itu, beberapa ciri khas Shin Tae-yong seperti variasi strategi bola mati maupun pola lemparan jauh Pratama Arhan belum terlihat maksimal. Hal ini dinilai wajar mengingat Shin Tae-yong baru memiliki waktu sekitar satu pekan untuk mempersiapkan tim sebelum turnamen dimulai.
Momen menarik terjadi pada penghujung pertandingan. Shin Tae-yong menerima kartu kuning pada menit ke-90+6 akibat melakukan protes keras kepada wasit Thoriq Alkatiri setelah gol Denis Kolinger dianulir karena offside.
Pelatih berusia 55 tahun itu bahkan masih terlihat emosional saat memprotes keputusan asisten wasit. Beruntung, situasi tidak berkembang lebih jauh dan pertandingan segera berakhir.
Jika ingin membawa Persija bersaing di Super League 2026/2027, Shin Tae-yong tentu harus mampu mengendalikan emosinya agar tidak merugikan tim dalam pertandingan-pertandingan penting.
Kekalahan dari Persebaya bukanlah gambaran utuh kekuatan Persija musim ini. Macan Kemayoran masih belum diperkuat sejumlah pemain yang tengah membela Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026.
Nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, dan Rayhan Hannan dipastikan akan menambah kualitas tim setelah kembali bergabung.
Dengan materi pemain yang lengkap dan waktu persiapan yang lebih panjang, Persija diyakini akan menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan Super League 2026/2027.






