Kampiunnews|Jakarta โ Pembinaan sepak bola usia dini kembali mendapat perhatian serius melalui penyelenggaraan Piala Bela Negara 2026, sebuah festival sepak bola nasional yang menggabungkan pengembangan prestasi olahraga dengan pendidikan karakter kebangsaan. Turnamen yang diinisiasi Asosiasi Pembina Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSUMSI) bekerja sama dengan Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI ini resmi dibuka di Sport Center Yayasan Minhajurosidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2026).
Ajang ini mempertandingkan dua kelompok usia, yakni U-10 dan U-12, serta diikuti oleh 56 klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari 20 provinsi di Indonesia. Piala Bela Negara 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan semangat cinta tanah air bagi generasi muda.
Kick off turnamen secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, yang hadir mewakili Menteri Pertahanan RI.
Dalam sambutannya, Gabriel Lema menyapa para peserta U-10 dan U-12 sebagai “malaikat-malaikat kecil”, sebuah ungkapan yang langsung disambut meriah ribuan penonton yang memadati arena pertandingan.
“Saya menyapa para pemain U-10 dan U-12 sebagai malaikat-malaikat kecil. Pembinaan usia dini menjadi tanggung jawab kita bersama. Festival ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai bela negara sejak dini,” ujar Gabriel Lema.
Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet usia muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, olahraga dapat menjadi media efektif dalam menanamkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta rasa cinta kepada tanah air.
“Pembinaan usia muda harus kita lakukan bersama. Melalui kegiatan seperti ini kita sedang menentukan masa depan generasi muda Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki semangat bela negara,” tambahnya.
Gabriel menjelaskan bahwa penggunaan nama “Piala Bela Negara” bukan sekadar simbol, tetapi mengandung pesan bahwa nilai-nilai kebangsaan dapat diterapkan melalui olahraga, seperti disiplin menjalani latihan, menghormati pelatih dan perangkat pertandingan, menaati aturan, menjaga nama baik tim, menghargai lawan, serta berjuang memberikan yang terbaik bagi daerah dan organisasi yang diwakili.
Ketua Umum Asosiasi Pembina Sepak Bola Usia Muda Seluruh Indonesia (APSUMSI), H. Agus Riyanto, mengatakan bahwa Piala Bela Negara 2026 merupakan bagian dari komitmen APSUMSI dalam membangun sistem pembinaan usia dini yang berkelanjutan.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) itu menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar mencari juara, melainkan membentuk karakter para pesepak bola muda.
“Piala Bela Negara 2026 merupakan festival sepak bola usia muda kategori U-10 dan U-12 FORSGI. Ajang ini bertujuan menjaring atlet-atlet muda berbakat sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, sportivitas, dan cinta tanah air,” kata Agus Riyanto.
Menurutnya, pembinaan sepak bola usia muda harus dilakukan secara terarah, berkesinambungan, serta tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Para pemain juga harus dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki mental bertanding yang baik.
Agus mengungkapkan bahwa para juara Piala Bela Negara 2026 nantinya akan kembali dipertemukan dengan para juara dari 14 operator kompetisi sepak bola anggota APSUMSI pada putaran nasional.
“Piala Bela Negara 2026 ini baru permulaan, nanti nya juara dari turnamen ini akan dipertemukan dengan juara dari 14 operator sepakbola yang tergabung dalam APSUMSI akan bersaing memperebutkan juara Piala Bela Negara tingkat nasional. Insya Allah, akan digelar di Stadion Pakansari tanggal 12-13 Desember 2026 dan akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto S
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina APSUMSI yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC, Fary Djemi Francis, menilai kategori U-10 dan U-12 merupakan fase emas (golden age) dalam pembentukan seorang pesepak bola.
Menurut Fary, pada usia tersebut anak mulai membangun fondasi teknik dasar, kecerdasan bermain, koordinasi, keberanian mengambil keputusan, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Melalui kompetisi yang sehat dan terstruktur, anak-anak belajar menerima kemenangan maupun kekalahan secara sportif. Mereka juga memperoleh pengalaman bertanding melawan tim dari berbagai daerah yang akan membentuk mental sekaligus memperluas wawasan mereka,” katanya.
Fary berharap festival ini mampu menjadi salah satu jalur lahirnya bibit-bibit pemain berbakat yang kelak memperkuat klub profesional, tim nasional Indonesia, hingga mampu bersaing di level internasional.
Ia juga mengingatkan para pelatih dan pembina agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya target.
“Yang paling penting adalah proses belajar, perkembangan kemampuan, rasa percaya diri, dan kegembiraan anak saat bermain sepak bola. Karakter harus menjadi prioritas utama dalam pembinaan usia dini,” tegasnya.
Piala Bela Negara 2026 yang dilaksanakan oleh FORSGI, diikuti 56 klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari 20 provinsi.
Pada kategori U-10, sebanyak 32 tim bersaing memperebutkan gelar juara, sedangkan kategori U-12 diikuti 24 tim. Babak penyisihan telah dimulai sejak 24 Juli 2026, sementara partai final dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026.
Festival ini semakin semarak dengan penampilan Pencak Silat IPSI Persinas ASAD serta Drumband Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) yang menghadirkan nuansa kebangsaan dan memperkuat pesan bela negara kepada seluruh peserta.
Perpaduan antara kompetisi sepak bola, seni bela diri, pertunjukan drumband, dan pendidikan karakter menjadikan Piala Bela Negara 2026 sebagai ajang yang tidak hanya melahirkan calon pesepak bola berbakat, tetapi juga generasi muda yang disiplin, sportif, berintegritas, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap Indonesia.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Kabacadnas Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Gabriel Lema, Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono, Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC Fary Djemi Francis, Plt Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Budi Ariyanto Muslim, perwakilan PSSI, Asprov dan Askot PSSI DKI Jakarta, legenda sepak bola nasional, serta para pimpinan operator kompetisi yang tergabung dalam APSUMSI.






