Kampiunnews|Kupang – Pendidikan tidak hanya menjadi fondasi pembentukan karakter dan kecerdasan generasi muda, tetapi juga menjadi salah satu jalan paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan yang berkualitas, anak-anak dan remaja memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan keterampilan, memperluas pilihan masa depan, serta membangun kehidupan yang lebih sejahtera.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka Roadshow Tim Penggerak PKK Kota Kupang Tahun 2026 di UPTD SMP Negeri 3 Kota Kupang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dipimpin bersama Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, tersebut mengangkat sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kehidupan remaja, mulai dari pencegahan kekerasan seksual, kesehatan mental, literasi digital hingga literasi keuangan.
Christian menegaskan, pembangunan sebuah kota tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Jalan, gedung, fasilitas publik dan infrastruktur memang penting, tetapi seluruh pembangunan tersebut harus bermuara pada peningkatan kualitas manusia.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi instrumen penting dalam mengatasi kemiskinan.
“Kalau kita ingin memutus rantai kemiskinan, salah satu jalannya adalah pendidikan. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk belajar, memiliki keterampilan, membangun karakter dan mengejar cita-citanya. Karena dari pendidikan itulah terbuka kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujar Christian.
Ia mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak memperoleh lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan mendukung perkembangan potensi mereka. Karena itu, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik.
“Saya sengaja datang karena saya percaya masa depan Kota Kupang sedang dipersiapkan di ruang-ruang kelas seperti ini,” katanya.
Christian menilai, keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari jalan yang mulus, gedung yang megah atau fasilitas kota yang semakin modern. Kota yang benar-benar maju adalah kota yang mampu melahirkan generasi sehat, cerdas, berkarakter, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Membangun kota bukan hanya membangun fisiknya, tetapi juga membangun manusianya. Kita tidak bisa mengatakan sebuah kota maju kalau pendidikan, kesehatan, moral dan karakter anak-anaknya belum ikut maju,” tegasnya.
Ia menyebut Roadshow TP PKK Kota Kupang sebagai bentuk nyata investasi pembangunan manusia. Edukasi mengenai perlindungan anak, kesehatan mental dan kecakapan hidup dinilai penting untuk membekali remaja menghadapi tantangan kehidupan sekaligus perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Dalam sesi edukasi, Christian mengajak para siswa berani melindungi diri dari kekerasan seksual melalui prinsip “Tolak, Lari dan Cerita”. Ia menegaskan, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan tidak boleh memendam sendiri pengalaman yang membuat mereka takut, terancam atau tidak nyaman.
Selain itu, Christian memperkenalkan rumus HATI sebagai panduan sederhana dalam menjaga kesehatan mental, yakni Hadapi perasaanmu, Atur emosimu, Temui orang yang dipercaya, dan Isi hidup dengan kegiatan positif.
Menurutnya, kesehatan mental anak harus menjadi perhatian bersama. Orang tua dan guru perlu menciptakan ruang yang aman agar anak berani berbicara dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Kita jangan meremehkan perasaan anak. Ketika mereka bercerita, tugas kita bukan menghakimi, tetapi mendengarkan dan mendampingi,” katanya.
Christian juga mengingatkan para siswa untuk tidak kehilangan mimpi. Baginya, pendidikan harus menjadi ruang yang membuka harapan dan kesempatan bagi setiap anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Ia menekankan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru melalui pendidikan, seorang anak dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri untuk mengubah masa depannya.
“Bukan soal seberapa besar mimpi kita, tetapi bagaimana kita menjaga mimpi itu tetap hidup ketika kita bertumbuh,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota memberikan hadiah berupa perlengkapan sekolah kepada sejumlah siswa yang aktif menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Panitia Roadshow TP PKK Kota Kupang, Yeni Aman, mengatakan kegiatan di SMP Negeri 3 merupakan rangkaian hari ketiga dari program roadshow yang menyasar tujuh sekolah di Kota Kupang. Pada hari yang sama, kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Kupang.
Menurut Yeni, roadshow tersebut menjadi bagian dari komitmen TP PKK Kota Kupang untuk memperkuat pendidikan karakter remaja melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah dan pemerintah.
Kepala UPTD SMP Negeri 3 Kota Kupang, Mashud Bethan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wali Kota dan Ketua TP PKK di sekolahnya. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah memberikan motivasi kepada para siswa sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama TP PKK berupaya memastikan pembangunan sumber daya manusia berjalan seiring dengan pembangunan fisik kota. Pendidikan diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendidikan yang berkualitas, anak-anak Kota Kupang diharapkan memiliki bekal untuk meningkatkan taraf hidup, memperoleh pekerjaan yang layak, menciptakan peluang usaha dan pada akhirnya ikut memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Setelah dari SMP Negeri 3, Wali Kota bersama Ketua TP PKK dan rombongan mengunjungi SMP Muhammadiyah Kupang di Kelurahan Kayu Putih untuk menyampaikan pesan serupa kepada para siswa.
Turut hadir Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Ernest Ludji, Kepala UPTD SMP Negeri 3 Kota Kupang Mashud Bethan, jajaran TP PKK Kota Kupang, puluhan kepala SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kota Kupang, tenaga pendidik, narasumber serta ratusan siswa. (red_ton)






