Kampiunnews|Kupang – Pemerintah Kota Kupang bersama PT Telkom Indonesia memperkuat kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital sektor pendidikan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan infrastruktur digital berupa komputer sekaligus pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi tenaga pendidik SD dan SMP se-Kota Kupang.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Senin (10/8/2026), mendapat apresiasi dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menilai kemitraan pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Menurut Christian, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha, masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan berbagai elemen lainnya diperlukan untuk memperluas dampak pembangunan.
“Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Hari ini adalah wujud nyata bahwa kita memilih untuk berjalan bersama,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Telkom yang selama ini turut membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang, termasuk dalam mendukung keterbukaan akses informasi dan data. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Guru Harus Adaptif Menghadapi Perkembangan AI
Wali Kota juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak cepat. Ia mengibaratkan perubahan teknologi seperti arah angin yang tidak dapat dikendalikan, tetapi dapat dihadapi dengan kemampuan menyesuaikan arah layar.
“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” jelasnya.
Khusus bagi para guru, Christian meminta agar AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi baru, tetapi dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat proses pembelajaran.
AI, kata dia, dapat membantu guru mencari bahan ajar, mengembangkan metode pembelajaran, menggali ide kreatif hingga menghadirkan materi visual yang lebih menarik bagi siswa.
“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegasnya.
Ia menilai penyerahan 40 unit komputer dan pelatihan AI tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia.
Menurut Christian, pembangunan Kota Kupang harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik, infrastruktur dan pembangunan manusia.
“Dengan berinvestasi pada manusia, kita sedang menjaga masa depan bangsa. Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya. Karena itu, membangun kota bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusianya,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menegaskan pentingnya membangun keberhasilan melalui kolaborasi.
“Coming together is a beginning, staying together is progress, working together is success,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager General Support Divisi Telkom Regional III Nugroho Adi Pracoyo, M.M., menegaskan komitmen Telkom untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital.
Menurut Nugroho, kontribusi Telkom tidak hanya diarahkan pada sektor pendidikan, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai aspek pembangunan dan digitalisasi di Kota Kupang.
Sebagai BUMN di bidang telekomunikasi, Telkom memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan kontribusi melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, lingkungan dan ekonomi.
Dalam program tersebut, Telkom memberikan dukungan infrastruktur digital berupa komputer kepada 40 sekolah sekaligus menyelenggarakan pelatihan AI bagi tenaga pendidik.
Nugroho berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan yang mampu memperkuat ekosistem pendidikan digital di Kota Kupang.
Menurutnya, transformasi pendidikan membutuhkan guru yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses belajar yang inklusif, kreatif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama. Kami dari Telkom Indonesia siap terus berkontribusi dan bersinergi, tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aspek digitalisasi dan pengembangan ekosistem digital,” pungkasnya.
Ia menambahkan, tantangan pendidikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut penguatan literasi digital dan konektivitas.
Karena itu, dukungan perangkat dan pelatihan AI diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik sekaligus mempersiapkan generasi muda Kota Kupang menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi dan otomatisasi.
Kolaborasi Pemkot Kupang dan Telkom tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dukungan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru dan penguatan konektivitas menjadi tiga unsur penting untuk memastikan transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, transformasi digital diharapkan tidak hanya menghadirkan perangkat teknologi di sekolah, tetapi juga melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan mampu menyiapkan generasi Kota Kupang menghadapi masa depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager Government Service Witel Nusa Tenggara Agustin Albertina, Head of Telkom Daerah Kupang Agustina Meme Goran, Manager General Support Divisi Telkom Regional III Nugroho Adi Pracoyo, M.M., Waldeni beserta tim Yayasan Bhakti Unggul Negeri, Yandres beserta tim Sahabat Education, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kupang, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang.






