Kampiunnews|Yogyakarta – PSIM Yogyakarta terus mematangkan kekuatan untuk menghadapi persaingan Super League 2026/2027. Setelah melalui proses perburuan pemain di bursa transfer, Laskar Mataram akhirnya melengkapi kuota pemain asing dengan mendatangkan winger asal Kosta Rika, Marvin Loria.
Pemain berusia 29 tahun tersebut diperkenalkan PSIM pada Sabtu (8/8/2026) malam. Kehadirannya menjadi bagian terakhir dari puzzle skuad yang disiapkan pelatih Jean-Paul van Gastel untuk menghadapi kompetisi kasta tertinggi Indonesia yang dijadwalkan bergulir mulai 4 September 2026.
Kedatangan Loria tidak sekadar menambah jumlah pemain asing. PSIM berharap pemain yang memiliki pengalaman di Kosta Rika, Amerika Serikat, hingga pernah memperkuat Benfica B di Portugal tersebut mampu menghadirkan dimensi baru dalam permainan menyerang Laskar Mataram.
Manajer PSIM, Iksan Mahar, menilai seluruh kebutuhan tim yang telah dirancang bersama Van Gastel kini sudah terpenuhi.
“Marvin Loria ibarat pelengkap dari puzzle susunan skuad PSIM untuk musim depan. Kedatangannya mengakhiri aktivitas kami mendatangkan pemain baru jelang Super League yang bergulir 4 September mendatang,” ujar Iksan.
Loria diproyeksikan memperkuat sektor sayap sekaligus memberikan pilihan tambahan bagi Van Gastel dalam membangun serangan.
Pengalamannya berkompetisi di Kosta Rika dan Amerika Serikat menjadi salah satu alasan PSIM mendatangkannya. Loria juga pernah memperkuat Benfica B di Liga Portugal, pengalaman yang diharapkan dapat memperkaya kualitas permainan PSIM.
“Besar dan tumbuh dari kompetisi sengit di Kosta Rika dan Amerika Serikat, Loria amat diharapkan menjadi penyeimbang lini serang di sisi sayap,” kata Iksan.
Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, Loria juga memiliki fleksibilitas untuk bermain di sejumlah posisi dalam sistem penyerangan. Karakter tersebut membuat Van Gastel memiliki lebih banyak opsi ketika menghadapi situasi pertandingan yang berbeda.
“Kemampuan Loria menempati beberapa posisi dalam sistem serangan membuatnya menjadi tambahan yang dapat bermanfaat bagi rencana taktik Coach Jean-Paul,” ucap Iksan.
Dengan bergabungnya Loria, PSIM kini memiliki 11 pemain asing untuk mengarungi musim 2026/2027.
Enam di antaranya merupakan pemain yang dipertahankan dari skuad sebelumnya, yaitu Ze Valente, Ezequiel Vidal, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, dan Nermin Haljeta.
Sementara itu, PSIM juga telah mendatangkan empat pemain asing baru sebelum Loria, yakni bek asal Republik Ceko Ondrej Rudzan, gelandang Polandia Adrian Purzycki, penyerang Spanyol Adrian Dalmau, serta striker Paraguay Mauro Caballero.
Komposisi tersebut menunjukkan keseriusan PSIM membangun skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi level persaingan Super League.
Perpaduan pemain yang telah memahami karakter tim dengan wajah-wajah baru menjadi modal penting bagi Van Gastel untuk membangun keseimbangan skuad.
Kekuatan PSIM musim 2026/2027 tidak hanya bertumpu pada nama-nama pemain asing. Kehadiran pemain lokal serta rancangan permainan Van Gastel menjadi bagian penting dalam membentuk identitas Laskar Mataram.
Dengan berakhirnya aktivitas transfer, fokus PSIM kini beralih pada pematangan taktik, peningkatan kondisi fisik, serta membangun chemistry antarpemain.
Loria diharapkan menjadi salah satu bagian penting dari proses tersebut, terutama dalam memperkuat variasi serangan dari sektor sayap.
“Pengalaman Loria juga dapat menjadi teladan bagi pemain-pemain lokal yang berposisi serupa dengan dirinya,” sambung Iksan Mahar.
Super League 2026/2027 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi PSIM. Dengan komposisi pemain asing yang relatif lengkap, pengalaman pemain lokal, serta tangan dingin Jean-Paul van Gastel, Laskar Mataram kini dituntut membuktikan bahwa persiapan panjang mereka mampu diterjemahkan menjadi performa kompetitif di lapangan.






