Kampiunnews|Kupang – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berdatangan. Salah satunya datang dari PT TASPEN (Persero) yang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp155 juta bagi masyarakat terdampak, khususnya di Kabupaten Ngada.
Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Wali Kota Kupang dan disaksikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Komisaris Utama PT TASPEN (Persero), Fary Djemi Francis, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Bantuan ini merupakan kepedulian TASPEN terhadap masyarakat yang terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama berada di pengungsian,” ujar Fary, Selasa (18/8/2026).
Fary menjelaskan, bantuan TASPEN semula direncanakan diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Ngada. Namun, terjadinya gempa susulan membuat penyaluran harus disesuaikan dengan kondisi dan faktor keselamatan di lapangan.
Karena itu, bantuan kemudian disampaikan melalui Pemerintah Kota Kupang untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak. Meski demikian, TASPEN Kantor Cabang Ende telah lebih dahulu bergerak ke Kabupaten Ngada.
Perwakilan Insan TASPEN bahkan telah berada di lokasi sejak Senin (17/8/2026) untuk melakukan koordinasi serta memastikan kebutuhan masyarakat di pengungsian dapat segera ditangani.
Dalam proses distribusi, TASPEN sempat menghadapi kendala transportasi yang menyebabkan penyaluran bantuan mengalami keterlambatan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya TASPEN untuk memastikan bantuan tetap sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan TASPEN terdiri atas sejumlah kebutuhan penting bagi masyarakat di lokasi pengungsian.
Rinciannya, tujuh unit genset senilai Rp70 juta untuk mendukung ketersediaan sumber listrik, 25 unit terpal senilai Rp25 juta sebagai perlindungan tempat tinggal sementara, serta 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Selain itu, TASPEN juga menyalurkan obat-obatan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat yang terdampak bencana.
Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan melalui perwakilan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kota Kupang untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak, khususnya masyarakat di wilayah Riung, Kabupaten Ngada.
Kepedulian terhadap korban gempa juga ditunjukkan Fary Djemi Francis secara pribadi. Selain bantuan melalui TASPEN, Fary memberikan bantuan sebesar Rp15 juta bagi masyarakat terdampak di Riung, Kabupaten Ngada.
Bantuan pribadi tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak gempa susulan serta masih membutuhkan dukungan kemanusiaan.
Dukung Pemulihan Kesehatan
Dukungan TASPEN tidak hanya berupa bantuan logistik. TASPEN juga menyerahkan bantuan kepada Gekrafs NTT (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Nusa Tenggara Timur) yang selanjutnya akan mendukung pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah terdampak.
“Selain bantuan paket sembako dan kebutuhan penunjang, TASPEN juga menyerahkan bantuan kepada Gekrafs NTT yang kemudian akan mengirimkan tenaga kesehatan ke lokasi terdampak untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi,” kata Fary.
Ketua Gekrafs NTT yang juga Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, mengatakan Gekrafs NTT telah bergerak membantu masyarakat sejak awal bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak. Termasuk pengiriman enam orang dokter dan menyalurkan obat-obatan ke Flores.
Menurut Serena, sinergi dengan berbagai pihak diperlukan agar penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan serta dukungan pemulihan masyarakat.
Selain bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, TASPEN juga memberikan perhatian terhadap peserta dan keluarganya yang berada di wilayah bencana.
Saat ini terdapat sekitar 90.110 peserta pensiun dan peserta aktif TASPEN di wilayah terdampak. TASPEN berkomitmen memastikan para peserta tetap memperoleh perlindungan dan manfaat sesuai hak mereka, meskipun berada dalam situasi bencana.
Solidaritas TASPEN, Fary Djemi Francis, Pemerintah Kota Kupang, Gekrafs NTT, IKADA, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan pascabencana gempa Flores.
Kebutuhan masyarakat terdampak tidak hanya mencakup pangan dan tempat tinggal sementara, tetapi juga listrik, obat-obatan, layanan kesehatan, serta pendampingan. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat Flores bangkit dari dampak bencana.







