Kampiunnews|Jakarta – Upaya penanganan dan pemulihan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA dan berpusat sekitar 100 kilometer barat laut Maumere tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT dan menyebabkan ribuan warga mengungsi. Selain penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan infrastruktur serta layanan publik menjadi prioritas dalam masa tanggap darurat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak terus dilakukan secara bertahap. Sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami pemadaman mulai kembali mendapatkan pasokan listrik.
Menurut Bahlil, proses pemulihan belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat kendala dalam penyaluran listrik dari gardu induk menuju sejumlah lokasi terdampak.
“Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan,” kata Bahlil kepada wartawan di Jakarta Barat, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah gardu induk telah kembali beroperasi, namun distribusi listrik hingga ke lokasi-lokasi tertentu masih membutuhkan waktu. Pemerintah pun terus mendorong percepatan pemulihan agar aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat kembali berjalan.
Bahlil menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap proses tersebut. Direktur Utama PLN juga masih berada di wilayah bencana untuk mengawal langsung pemulihan jaringan listrik.
Upaya pemulihan tersebut berjalan bersamaan dengan penguatan bantuan kemanusiaan melalui koordinasi lintas lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Donasi Masyarakat Tembus Rp2,16 Miliar
Di tengah proses tanggap darurat, solidaritas masyarakat untuk membantu warga terdampak gempa NTT juga terus menguat.
Danantara Indonesia melaporkan dana bantuan yang dihimpun dari masyarakat melalui kegiatan Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan mencapai Rp2.164.037.334.
Penggalangan dana dilakukan melalui QR Code yang tersedia di tiga titik panggung kesenian. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi keluarga besar BUMN, Danantara Indonesia, pemerintah, dan masyarakat untuk bergotong royong memberikan dukungan bagi warga NTT yang terdampak bencana.
Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan momentum peringatan Kemerdekaan menjadi pengingat penting mengenai kekuatan gotong royong, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Momentum Kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat tentang kekuatan gotong royong. Partisipasi masyarakat dalam Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Rohan.
Danantara Indonesia selanjutnya mengoordinasikan respons lintas BUMN agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi bantuan juga terus diperkuat selama masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah hingga 28 Agustus 2026.
Pada tahap awal, perhatian utama diarahkan pada pemulihan layanan publik yang menjadi bagian penting dalam penanganan kemanusiaan.
Hingga Senin (17/8), PLN telah memulihkan sekitar 88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan listrik yang terdampak gempa. Pemulihan tersebut diharapkan dapat mendukung kembali beroperasinya fasilitas umum, posko bantuan, serta berbagai layanan dasar masyarakat.
Selain listrik, Telkom Group mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah terdampak. Ketersediaan jaringan komunikasi dinilai penting untuk menunjang koordinasi penanganan bencana sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh informasi.
Sementara itu, pasokan dan distribusi bahan bakar turut diperkuat untuk mendukung mobilitas warga, relawan, serta pengerahan bantuan menuju wilayah terdampak.
Sejumlah BUMN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai kabupaten terdampak. Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, hingga dukungan operasional posko dan fasilitas umum.
Rohan menegaskan penghimpunan bantuan masih terus berlangsung. Bantuan akan disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan agar dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Fokus saat ini adalah memastikan dukungan yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan,” jelasnya.
Selain penanganan darurat, Danantara Indonesia bersama BUMN mulai memetakan kebutuhan masyarakat untuk memasuki fase pemulihan. Relawan juga akan dikerahkan dan posko penanganan bencana diperkuat di sejumlah wilayah prioritas, antara lain Sikka, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Manggarai.
Pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan berat turut dilakukan sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah tersebut akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Dengan demikian, penanganan gempa NTT tidak hanya diarahkan pada respons darurat dan pemenuhan kebutuhan pengungsi, tetapi juga mulai bergerak menuju pemulihan layanan publik, perbaikan infrastruktur, serta rehabilitasi rumah warga yang terdampak.







