Kampiunnews|Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kekayaan alam dan komoditas strategis Indonesia dikelola secara optimal agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden dalam rangkaian pidato kenegaraan dan penyampaian pemerintah pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Salah satu langkah strategis pemerintah adalah pengembangan Bank Emas Indonesia. Menurut Presiden, emas tidak cukup hanya ditambang, tetapi juga harus dikelola sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan sumber pembiayaan nasional.
“Hari ini dengan adanya Bank Emas yang baru beroperasi satu tahun, bank emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat,” ujar Prabowo.
Selain pengelolaan emas, pemerintah memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Lembaga tersebut diarahkan menjadi pintu tunggal pengelolaan ekspor komoditas strategis untuk memastikan kesesuaian antara volume barang yang dimuat, dilaporkan dan diterima di negara tujuan.
Sejak beroperasi pada Juni 2026, DSI disebut telah mengelola devisa ekspor sekitar USD14 miliar dari tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit serta besi dan baja. Lebih dari 6.000 transaksi ekspor juga telah dimonitor dan menghasilkan temuan potensi tambahan sekitar USD5 miliar dari perbedaan dan penyesuaian harga.
Pengawasan DSI selanjutnya akan diperluas hingga 50 pelabuhan di 25 provinsi dan mencakup seluruh komoditas ekspor strategis Indonesia.
Selain pengelolaan sumber daya alam, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah agenda besar untuk mempercepat transformasi sektor kesehatan.
Mulai 2027, pemerintah akan merenovasi 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia dengan alokasi sekitar Rp4 miliar untuk setiap puskesmas. Perhatian khusus diberikan kepada wilayah terluar, terpencil dan tertinggal.
Pemerintah juga akan meningkatkan 514 laboratorium kesehatan masyarakat serta memperkuat lebih dari 440 rumah sakit umum daerah (RSUD) agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih modern.
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” tegas Prabowo.
Untuk daerah dengan akses sulit, pemerintah juga menyiapkan layanan ambulans udara menggunakan helikopter maupun pesawat kecil. Bahkan, konsep dokter terbang turut dipertimbangkan agar pelayanan medis dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat, termasuk ketika terjadi bencana.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan. Presiden menyebut Indonesia masih membutuhkan tambahan puluhan ribu dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis di berbagai daerah. Pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis.
Transformasi juga diarahkan pada sektor pendidikan. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat 2029, dengan percepatan program pada 2027 dan 2028.
Presiden menegaskan tidak boleh ada lagi siswa belajar di ruang kelas dengan atap bocor, dinding retak, toilet rusak atau bangunan yang membahayakan keselamatan.
“Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun,” tegasnya.
Pemerintah juga memperluas penggunaan interactive flat panel (IFP) atau layar pintar di ruang kelas serta mengembangkan pembelajaran jarak jauh. Pada akhir 2026, pemerintah menargetkan setiap sekolah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi IFP sehingga siswa di berbagai daerah dapat memperoleh akses pembelajaran dari guru-guru terbaik.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah memperjuangkan pendidikan gratis di sekolah negeri. Menurutnya, pendidikan merupakan hak seluruh anak Indonesia sekaligus fondasi utama pembangunan bangsa.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan arah transformasi pemerintahan Prabowo yang tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi melalui optimalisasi kekayaan alam, tetapi juga memperluas manfaat pembangunan melalui peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Kekayaan alam dikelola untuk memperkuat ekonomi, sementara investasi pada kesehatan dan pendidikan diarahkan untuk membangun kualitas manusia Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.






