Kampiunnews | Kupang – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Wali Kota Kupang resmi berakhir pada 14 Agustus 2026. Selain menjadi ajang perebutan prestasi antardaerah, kejuaraan ini juga menjadi bagian penting dari proses penjaringan atlet potensial sebagai persiapan NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTT, NTB, dan DKI Jakarta.
Berdasarkan hasil akhir perolehan medali, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tampil sebagai Juara Umum I dengan koleksi 23 medali emas, 9 perak, dan 2 perunggu. Kota Kupang menempati posisi Juara Umum II dengan raihan 15 emas, 20 perak, dan 17 perunggu, sementara Sumba Timur berada di peringkat ketiga dengan 8 emas, 7 perak, dan 9 perunggu.
Di bawah tiga besar, Kabupaten Ngada menempati posisi keempat dengan 6 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Sikka berada di urutan kelima dengan 4 emas, 4 perak, dan 1 perunggu, disusul Sabu Raijua di posisi keenam dengan 3 emas, 9 perak, dan 9 perunggu. Manggarai Barat berada di posisi ketujuh dengan 1 emas, 4 perak, dan 6 perunggu, Rote Ndao di posisi kedelapan dengan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu, serta Timor Tengah Utara (TTU) di posisi kesembilan dengan 1 medali emas.
Sementara itu, Timor Tengah Selatan (TTS) menempati peringkat kesepuluh dengan 6 perak dan 6 perunggu. Sumba Tengah berada di posisi kesebelas dengan 1 perak, Ende di posisi kedua belas dengan 4 perunggu, dan Sumba Barat di urutan ketiga belas dengan 2 medali perunggu.
Ketua Panitia Kejurda Atletik NTT 2026, David Here, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan kejuaraan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Pemerintah Provinsi NTT sekaligus bagian dari upaya memperkuat pembinaan atletik di daerah.
Menurutnya, atletik merupakan salah satu cabang olahraga andalan NTT yang selama ini banyak menyumbangkan prestasi. Karena itu, Kejurda menjadi momentum strategis untuk menemukan bibit-bibit unggul dari seluruh kabupaten dan kota.
“Tujuannya untuk menjaring atlet-atlet yang ada di daerah, yang tersebar di kabupaten dan kota untuk mereka berkompetisi, dibina dan dilatih sehingga menjadi atlet-atlet potensial Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Kejurda Atletik NTT 2026 mempertandingkan berbagai nomor lintasan dan lapangan pada kategori U-16, U-18, U-20 hingga senior. Sebanyak 129 atlet dari berbagai kabupaten/kota ambil bagian dalam ajang yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Lebih dari sekadar kompetisi daerah, hasil Kejurda kali ini akan menjadi dasar bagi PASI NTT dalam menyusun program pembinaan jangka panjang menuju PON XXII Tahun 2028. Para atlet yang menunjukkan performa terbaik akan dipantau secara berkelanjutan untuk dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), pelatihan daerah, hingga pemusatan latihan menuju pesta olahraga nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada PASI NTT yang telah mempercayakan Kota Kupang sebagai tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejurda merupakan bentuk kolaborasi antara PASI NTT, PASI Kota Kupang, dan Pemerintah Kota Kupang. Meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran, seluruh pihak tetap berupaya memberikan dukungan maksimal agar kejuaraan berjalan sukses.
Ketua Umum PASI NTT, Theo Widodo, juga mengapresiasi tingginya partisipasi atlet dan kontingen yang hadir. Menurutnya, jumlah peserta pada Kejurda tahun ini melampaui ekspektasi dan menunjukkan semakin besarnya antusiasme daerah dalam pembinaan atletik.
Theo menjelaskan bahwa Kejurda 2026 juga menandai dimulainya tradisi baru dalam penyelenggaraan atletik NTT, yakni sistem tuan rumah bergilir dari kabupaten ke kabupaten.
“Untuk tahun ini Kota Kupang menjadi tuan rumah. Tahun-tahun yang akan datang tuan rumah akan berpindah-pindah dari kabupaten ke kabupaten,” ujarnya.
PASI NTT telah menetapkan Kabupaten Sikka sebagai tuan rumah Kejurda Atletik NTT 2027. Sementara untuk tahun 2028, kesempatan menjadi tuan rumah akan ditawarkan kepada daerah-daerah di daratan Sumba melalui mekanisme bidding.
Penetapan tuan rumah jauh hari sebelumnya dilakukan agar daerah memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan fasilitas olahraga, pembinaan atlet, serta dukungan anggaran yang memadai.
Selain itu, PASI NTT memastikan para juara Kejurda yang memenuhi kriteria dan standar teknis akan mendapatkan kesempatan mewakili NTT pada Kejuaraan Nasional. Langkah ini menjadi bagian dari proses seleksi dan pembentukan tim atletik NTT yang diproyeksikan tampil kompetitif pada PON 2028.
Dengan keberhasilan Sumba Barat Daya meraih gelar Juara Umum I, disusul Kota Kupang dan Sumba Timur, Kejurda Atletik NTT 2026 tidak hanya mencatat prestasi para atlet terbaik daerah, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam memetakan kekuatan atletik NTT. Ajang ini sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional dan menjadi tulang punggung kontingen NTT pada PON XXII Tahun 2028.






