Kampiunnews|Kupang – Prestasi sepak bola Kota Kupang tidak boleh hanya diburu ketika pemain sudah menjadi bintang. Fondasinya harus dibangun sejak anak-anak. Komitmen itulah yang ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi jajaran ASKOT PSSI Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (6/10/2026).
Dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan hibah Rp200 juta untuk mendukung penyelenggaraan liga sepak bola usia dini yang digelar ASKOT PSSI Kota Kupang.
Bagi dr. Christian, kompetisi kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 bukan sekadar pertandingan, melainkan ruang untuk menemukan, mengasah dan menjaga talenta muda agar memiliki jalur pembinaan yang jelas.
“Selama anggaran ada, pasti kami bantu. Namun, saya minta perencanaannya rasional agar cabang olahraga lain juga mendapatkan perhatian yang seimbang,” ujar dr. Christian.
Wali Kota menegaskan, Kota Kupang memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berkualitas. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang tanpa kompetisi yang rutin, pembinaan berkelanjutan, fasilitas yang memadai dan pemenuhan hak atlet secara layak.
“Kembangkan terus bakat-bakat muda ini dan berikan hak-hak mereka secara layak. Kita punya infrastruktur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang atlet,” tegasnya.
Karena itu, dukungan terhadap sepak bola usia dini menjadi bagian dari investasi jangka panjang Pemerintah Kota Kupang. Anak-anak yang hari ini bermain di kompetisi U-13, U-15 dan U-17 dipandang sebagai bagian dari calon kekuatan sepak bola Kota Kupang pada masa mendatang.
Artinya, prestasi tidak dibangun secara instan. Ia dimulai dari lapangan kecil, kompetisi usia dini dan kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang.
Dr. Christian juga mengingatkan ASKOT PSSI agar dukungan pemerintah dikelola dengan perencanaan yang sehat, efisien dan proporsional. Menurutnya, pembangunan olahraga harus tetap memperhatikan kebutuhan cabang olahraga lainnya.
Wali Kota didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Alan Yoga Girsang, S.H., M.H. Sementara dari ASKOT PSSI hadir Plt. Ketua Dicson Caverius Haba, Sekretaris Marselinus Nggangus dan anggota Polce Pandie.
Pembinaan usia dini kemudian menjadi fondasi untuk menyiapkan prestasi pada level yang lebih tinggi. Salah satunya melalui persiapan kontingen Kota Kupang menghadapi El Tari Memorial Cup (ETMC).
Dr. Christian mendorong ASKOT PSSI memperkuat manajemen tim dengan membuka ruang kolaborasi bersama dunia usaha, komunitas dan para pencinta sepak bola.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun ekosistem sepak bola. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, komunitas dan masyarakat.
“Keterlibatan dunia usaha dan pencinta sepak bola sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen tim, sehingga kontingen Kota Kupang siap bersaing secara optimal,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, dr. Christian juga menyampaikan selamat bertugas kepada Dicson Caverius Haba sebagai Plt. Ketua ASKOT PSSI Kota Kupang. Ia berharap proses musyawarah dan pemilihan kepengurusan definitif berlangsung kondusif serta semakin memperkuat organisasi.
Sementara itu, Dicson melaporkan perkembangan kompetisi U-13, U-15 dan U-17 yang saat ini telah bergulir. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlanjut pada 14 November 2026.
Bagi Pemkot Kupang, arah pembinaan sepak bola kini semakin jelas: membangun prestasi dari bawah. Hibah Rp200 juta bukan sekadar dukungan terhadap sebuah kompetisi, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang bagi anak-anak Kota Kupang untuk bermain, berkembang dan suatu hari membawa nama daerah di panggung yang lebih tinggi.







