Kampiunnews|Jakarta – Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah memperkuat tim sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI), terhitung mulai 20 Oktober 2026.
Gabriel Lema menggantikan Letjen TNI Tri Budi Utomo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Sebelum dipercaya menduduki jabatan tersebut, jenderal bintang tiga itu menjabat sebagai Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI.
Penunjukan ini menjadi bagian dari rotasi jabatan perwira tinggi TNI sekaligus menempatkan Gabriel pada posisi penting dalam mendukung tata kelola organisasi, koordinasi administrasi, dan pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional.
Bagi masyarakat NTT, penunjukan jenderal bintang tiga, kelahiran Flores Timur ini menjadi kebanggaan tersendiri. Selain memiliki rekam jejak panjang di dunia militer, Gabriel Lema juga dikenal sebagai mantan pemain sepak bola yang pernah memperkuat tim NTT. Ia merupakan alumni SMA Katolik Giovanni Kupang sebelum meniti karier hingga mencapai jajaran pimpinan strategis di tingkat nasional.
Dari Lapangan Hijau Menuju Jabatan Strategis Negara
Perjalanan Gabriel Lema menjadi salah satu kisah menarik tentang pengabdian putra daerah yang menekuni dua bidang berbeda, yakni olahraga dan kemiliteran.
Pengalamannya sebagai pemain sepak bola menjadi bagian dari perjalanan masa mudanya sebelum memasuki dunia militer. Gabriel kemudian menapaki karier profesional di TNI Angkatan Darat setelah lulus dari Akademi Militer tahun 1990 melalui kecabangan Infanteri.
Sejak awal pengabdiannya, ia menjalani berbagai penugasan di satuan tempur hingga dipercaya memimpin sejumlah satuan dan menduduki jabatan strategis. Rekam jejak tersebut mengantarkannya ke posisi Sekjen Kemhan RI.
Gabriel Lema mengawali karier militernya sebagai Komandan Peleton II Yonif 407/Padmakusuma pada 1991–1994. Ia kemudian mengemban sejumlah jabatan komando, di antaranya Komandan Kompi Senapan Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama, Komandan Yonif Raider 733/Masariku, serta Komandan Brigif 24/Bulungan Cakti pada 2011–2013.
Pengalaman kepemimpinannya berlanjut ketika dipercaya menjadi Komandan Korem 022/Pantai Timur pada 2016–2017 dan Komandan Korem 033/Wira Pratama pada 2017–2020.
Selanjutnya, Gabriel menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Pattimura pada 2020–2021, kemudian menjadi Inspektur Kodiklatad pada 2021–2022.
Kariernya semakin menanjak ketika dipercaya memimpin Kodam XVIII/Kasuari sebagai Panglima Kodam pada 2022–2023. Jabatan tersebut memperkuat pengalamannya dalam kepemimpinan teritorial dan pengelolaan organisasi militer.
Pada 2024–2025, Gabriel mengemban tugas sebagai Asisten Operasi Panglima TNI (Asops Panglima TNI). Ia kemudian dipercaya memimpin Badan Cadangan Nasional di lingkungan Kemhan RI sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Sekjen Kemhan RI.
Kebanggaan bagi Masyarakat NTT
Perjalanan Gabriel Lema menunjukkan pengabdian panjang seorang perwira TNI yang berkembang dari satuan tempur hingga menduduki posisi strategis di lingkungan pertahanan negara.
Pengalaman dalam komando lapangan, kepemimpinan teritorial, perencanaan operasi, dan pengelolaan kelembagaan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas barunya.
Bagi masyarakat NTT, kiprah Gabriel memiliki makna tersendiri. Ia tidak hanya dikenal melalui perjalanan karier militernya, tetapi juga memiliki latar belakang sebagai mantan pemain sepak bola yang pernah membela daerahnya.
Kini, dengan jabatan Sekjen Kemhan RI, Gabriel Lema mengemban tanggung jawab penting untuk mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di bidang pertahanan serta memperkuat tata kelola kelembagaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.







