Kampiunnews|Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan preventif dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Bidang IT dan Komunikasi, Ariston Silalahi, menilai capaian CKG perlu diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan tindak lanjut pemeriksaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga awal Oktober 2026, sebanyak 105.073.600 penduduk telah mengikuti CKG, atau sekitar 80,6 persen dari target 130.344.650 peserta sepanjang tahun ini. Layanan diberikan melalui Puskesmas, kegiatan komunitas, dan sekolah untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Capaian lebih dari 105 juta peserta menunjukkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau masyarakat dalam skala besar. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang diperiksa. Yang terpenting adalah bagaimana hasil pemeriksaan ditindaklanjuti melalui edukasi, pengobatan, dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Ariston Silalahi
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak dini penting untuk membantu masyarakat mengenali risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Sosialisasi juga perlu diperkuat agar masyarakat tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kesehatan.
Data Kementerian Kesehatan pada Agustus 2026 menunjukkan, pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi. Sementara itu, pemeriksaan terhadap 8,3 juta peserta mengidentifikasi sekitar 188 ribu kasus baru diabetes.
Pada kelompok anak sekolah, CKG telah menjangkau sekitar 15,2 juta siswa hingga Agustus 2026. Karies gigi menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan, dialami sekitar 40,9 persen anak yang diperiksa. Temuan lainnya meliputi anemia, gangguan tekanan darah, dan obesitas.
Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya pemeriksaan berkala, termasuk bagi masyarakat yang merasa sehat. Karena itu, hasil skrining perlu diikuti penanganan sesuai kebutuhan medis, termasuk pengobatan, pemantauan, dan rujukan bagi peserta yang memerlukannya.
Pemerintah juga memperkuat kesinambungan layanan melalui pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi peserta yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan. Selanjutnya, pelayanan dapat diteruskan melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan yang berlaku.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa CKG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menekan beban biaya kesehatan di masa mendatang.
Bagi Ariston, perluasan akses pemeriksaan harus berjalan seiring dengan pemerataan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, serta efektivitas tindak lanjut. Dengan demikian, CKG tidak sekadar menjadi program pemeriksaan massal, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam semangat Dua Tahun Gerak Nyata, CKG diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan preventif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045.







